Contact us

Time Is Life

Huddle DF-DL April 2019
April 2019 | TIME IS LIFE

1. Video pertama untuk Huddle DF-DL (khususnya di bagian COACH dari 5C) yg rencananya akan diteruskan, sama seperti untuk Video di Huddle bersama dengan CT selama ini.
 
A special welcome to all the new DATE Leaders!

2. Judul video kali ini yaitu TIME IS LIFE. 
Video ini adalah tindak lanjut kedua dari acara BUILD Discipleship Conference pada 16 Februari 2019 yg lalu, selain tindak lanjut yg sudah dilakukan melalui Reading Plan di YouVersion “Pemimpin Yang Sehat: Menanggalkan Beban”.  

(?) Siapa yg sudah sempat atau sedang membaca seri renungan tersebut? Boleh angkat tangan.
Bila belum, saudara bisa mempertimbangkan untuk mulai membacanya, bisa bersama degan Core Team di DATE saudara masing-masing atau bersama dengan DL lainnya di dalam grup DF saudara.

INTRO
Sebagai pemimpin, sudah selayaknya kita mengerti pentingnya sumber daya yg bernama WAKTU.
• Mengapa? Tidak karena menjadi pemimpin, kita memiliki waktu lebih daripada yg kita pimpin.
• Justru karena kita memuridkan orang lain, waktu kita menjadi semakin terbatas. Karena ada fungsi & tanggung jawab yg perlu kita jalankan, selain peran-peran lain yg sudah ada.

Time is life, managing time then means managing life.
• Waktu adalah Hidup, mengatur waktu berarti mengelola kehidupan.
• Jika kita tidak bisa mengatur waktu, artinya kita tidak bisa mengatur hidup kita.

Mazmur 90:12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Psalms 90:12 (CEV)
Teach us to use wisely all the time we have. 

Kita tidak terlahir canggih dalam mengatur & menggunakan waktu. Kita perlu terus belajar supaya bijak.
• Pemimpin yg bijaksana mampu mengelola waktunya dengan baik.
• Mengelola waktu dengan baik artinya secara Proaktif, dan bukan Reaktif.

PROAKTIF
aktif – melakukan sesuatu, pro – sebelumnya 
Proaktif = membuat sesuatu terjadi, dan bukan menunggu hal itu terjadi dulu

TENSION
Lawan dari Proaktif, adalah Reaktif.

Pemimpin yg REAKTIF
- Mengatur waktunya sebagai reaksi dari sebuah aksi yg terjadi (aksi - reaksi)
- Terlihat sibuk, tapi sebenarnya tidak menghasilkan hal-hal yg diharapkan darinya
- Diatur oleh waktu, sehingga seringkali tidak punya waktu untuk hal-hal yang paling penting
- Tidak jarang menjadi burnout/kelelahan, karena berkomitmen kepada terlalu banyak hal

Pemimpin yg PROAKTIF
- Mengatur waktunya dengan sengaja & konsisten
- Mengerti bahwa tidak semua yg mendesak itu penting
- Mengatur waktunya berdasarkan Nilai, Prioritas, Komitmen, dan Tujuan  
- Hal-hal yg paling penting bagi dirinya terlihat di jadwalnya (mis. di aplikasi di gawainya)

TRUTH
Ada 2 prinsip yg saya mau kita cermati bersama (yg saya pelajari dr Ps. Craig Groeschel, Life Church melalui Leadership Podcast-nya).

1. SCHEDULE YOUR VALUES
Jadwalkan apa yang menjadi Nilai yg tinggi, yg menjadi Prioritas bagi kita.

Pengaturan waktu yang bijak tidak berarti kita melakukan lebih banyak, tetapi kita melakukan lebih banyak hal yang terpenting.
• Bila semuanya penting, jangan-jangan tidak ada yang penting
• Tinjau ulang apa yg kita nilai tinggi selama ini

Sebagai pemimpin, kita mengerti bahwa prinsip yg berlaku di JPCC adalah bahwa kita Melayani dari Kelimpahan.

Bila sesuatu menjadi Nilai, hal itu pasti terlihat pada Prioritas dalam keseharian kita. 
• Karena bila tidak, kita hanya sekedar klaim tanpa benar-benar melakukannya
• Tidak jarang kita frustasi karena tidak melakukan apa yg kita berikan nilai tinggi
• Kita akan mengadakan waktu untuk segala sesuatu yang kita beri nilai tinggi

Bila selama ini kita belum secara proaktif dalam menjadwalkan nilai-nilai kita, kabar baiknya adalah kita selalu bisa memulainya hari ini.
• Doa & membaca/merenungkan firman Tuhan 
• Waktu khusus dgn istri/suami.. anak-anak.. atau orang tua
• Berolah raga.. waktu istirahat

Tentukan aktivitas-aktivitas yg tidak bisa ditawar, dan langsung masukkan ke kalender saudara.
• Investasikan waktu terbaik untuk hal-hal yg terpenting.

2. SAY ‘NO’ TO TOO MANY THINGS TO SAY ‘YES’ TO A FEW MEANINGFUL THINGS
Katakan tidak kepada terlalu banyak hal, supaya kita bisa berkata ya kepada perkara-perkara yg berarti.

Sibuk tidak sama dengan menjadi penting, produktif, atau hidup yg bermakna. 
• Hanya karena kita sibuk, tidak berarti kita melakukan hal-hal yg benar

The barrier to a meaningful life is not lack of commitment, but over commitment
Craig Groeschel
• Yg menghalangi kita untuk memiliki hidup yg berarti bukanlah kurangnya komitmen, tetapi justru terlalu berkomitmen.

Dalam konteks pelayanan, kita akhirnya menjadi terlalu berkomitmen ketika:
a. Memimpin DATE sendirian, karena tidak ada CT setelah DATE berjalan > 6 bulan.
o Fungsikan CT dalam melakukan Caring System
o Develop/kader mereka dengan melibatkan mereka melakukan 5C di pertemuan DATE
o Terus Discover/cari calon-calon CT bila belum ada, atau ganti CT bila perlu

b. Membiarkan jumlah DATE Member > 15 orang atau 8 pasang.
o Bila tidak ada CT/CT tidak berfungsi, kita kewalahan karena memuridkan terlalu banyak orang
o Akhirnya DATE sekedar menjadi kelompok sosial, karena tidak lagi terjadi Pemuridan
o Karena terlalu lama bersama-sama, DATE tidak berfungsi sebagaimana mestinya. DL frustasi

c. Terlibat di banyak pelayanan.
Whenever you say 'yes' to anything, there is less of you for something else -Louis Giglio
o Setiap kali kita berkata ‘ya’ kepada apa pun, berkuranglah diri kita untuk hal lainnya
o Akhirnya ada hal-hal yg dikorbankan..1-on-1, Huddle, Meetings, dlsb
o Bila terlibat di > 1 pelayanan akhirnya membuat hidup kita tidak seimbang, ada baiknya kita pikirkan ulang hal tsb. Tidak karena kita bisa, kita perlu melakukan semuanya
o Kunci dari fokus adalah eliminasi -Andy Stanley

Kita memiliki daftar yg perlu dilakukan (TO DO List), salah satu kunci eliminasi adalah dengan juga memiliki daftar apa yg tidak perlu dilakukan (TO DON’T LIST).
https://amperart.com/wp-content/uploads/2012/01/AmperArt-TO-DONT-LIST.pdf 

PERTANYAAN DISKUSI
Berikut ini adalah 3 Pertanyaan Aplikasi yg akan saudara diskusikan dalam kelompok 2-3 orang:
1. Dari sisi kehidupan pribadi, apa hal yang paling Anda anggap penting namun tidak Anda lakukan? Apa yang akan Anda lakukan untuk mengubahnya?
2. Dari sisi pelayanan di DATE, apa hal yang paling Anda anggap penting yang tidak Anda lakukan? Apa yang akan Anda lakukan untuk mengubahnya?
3. Apa yang perlu Anda tambahkan ke daftar yg tidak perlu dilakukan? (To Don’t List)

Tutup diskusi dengan saling mendoakan.

Saya berdoa agar Huddle kali ini dapat memicu perubahan bagi setiap kita
• supaya sebagai pemimpin kita terus menjadi semakin dewasa, dengan menjadi semakin serupa seperti Kristus
• sehingga orang-orang yg kita pimpin dapat meneladani kedewasaan yg terjadi dalam hidup kita. 
Share by: