Contact us

HUDDLE DL-CT NOVEMBER 2023

MEMURIDKAN DENGAN GAIRAH KRISTUS

SELENGKAPNYA


HUDDLE MEETING GUIDELINE

Untuk mempermudah fungsi saudara sebagai DL & CT sehingga saudara bisa memfokuskan sumber daya untuk memperhatikan dan memuridkan setiap anggota Saudara, berikut adalah Panduan Huddle DL-CT di bulan November 2023.

PREPARE & PRAY

Sebelum Saudara memulai Huddle, persiapkan diri Saudara dengan membaca Huddle Meeting Guideline dan Berdoa supaya Roh Kudus bekerja untuk mengubahkan setiap orang yang hadir.

Persiapan adalah ekspresi IMAN.

MEMURIDKAN DENGAN GAIRAH KRISTUS

Bintoro Dwi Kristanto

Salam sejahtera bagi Saudara semua para DATE Leaders & Core Teams. Sungguh merupakan sukacita tersendiri bisa bertemu dengan setiap Saudara meski hanya melalui video. Doa saya, Saudara semua ada dalam kondisi yang sehat, baik secara roh, jiwa, maupun tubuh. Amin!


Mewakili tim penggembalaan JPCC & Small Groups Ministry, saya ingin mengapresiasi apa yang telah Saudara lakukan dalam memperhatikan dan memuridkan setiap orang yang Tuhan titipkan di DATE Saudara masing-masing dengan sengaja dan konsisten, khususnya saat masa-masa pandemi Covid-19 yang cukup berat. Kita patut bersyukur bahwa pandemi sudah usai, dan kita masuk ke musim yang baru. 


Saya percaya seperti yang tertulis di
1 Korintus 15:58 TB: Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.


Saya menyadari bahwa memperhatikan dan memuridkan orang lain tidaklah mudah. Banyak tantangan yang kita hadapi. Lelah, capek, bosan, terkadang berantakan (messy), bingung, apalagi transformasi yang kita harapkan terhadap diri DATE Members belum kunjung terjadi. Lalu kita mulai bertanya “Apakah yang saya lakukan ini sudah cukup?” dan tidak sedikit dari kita mulai kehilangan gairah (passion) dalam memuridkan. Kalau mengacu kepada ayat tadi di 1 Korintus 15:58, kata “giatlah” berasal dari akar kata Bahasa Yunani “Zeo” yang artinya adalah mendidih karena panas. Kita tidak lagi mendidih/antusias/giat dalam menjalankan fungsi kita sebagai Pemurid.


Berdasarkan data pengunduran diri DL/DF 2021-2023, salah satu alasan yang paling sering muncul adalah karena sudah kehilangan gairah dalam memperhatikan dan memuridkan orang lain, lupa akan alasan mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan, sehingga tidak lagi menemukan sukacita dalam memuridkan orang. Akar penyebabnya adalah tentang gairah
(passion), tetapi implikasinya banyak.


Pertanyaan saya adalah, apakah betul gairah itu bisa hilang? Atau mungkin pemahaman kita tentang kata gairah itu sendiri yang kurang tepat atau mengalami degradasi makna? Atau kemungkinan lainnya adalah pusat dari pelayanan kita sejujurnya bukanlah Kristus, melainkan diri sendiri? 


Saya menemukan bahwa arti kata gairah (passion) dalam bahasa latin adalah “pati” yang artinya adalah penderitaan. Sehingga gairah (passion) itu bukan hanya sesuatu yang kita sukai atau cintai, melainkan kerelaan kita untuk mau menderita atau membayar harga terhadap apa yang kita sukai atau cintai tersebut. Itulah gairah (passion). Itu sebabnya ada film yang berjudul The Passion of Christ yang adalah tentang Penderitaan Kristus (saya yakin kebanyakan Saudara sudah menontonnya).


Teladan utama kita dalam melayani, memperhatikan, dan memuridkan orang lain adalah Yesus Kristus. Tuhan telah memberikan contoh nyata berkaitan dengan gairah
(passion). Tuhan sangat bergairah dan passionate dalam melakukan kehendak Bapa, memenuhi misi-Nya di dunia ini. Karena rasa cinta-Nya yang luar biasa terhadap umat manusia, Ia rela menderita dan mati di Kayu Salib. Kita bisa membacanya di kitab:


Filipi 2:5‭-‬8 TB

Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.


Oleh sebab itu Video Huddle DL-CT kali ini saya berikan judul “Memuridkan Dengan Gairah Kristus”.


Dapat kita simpulkan bahwa gairah
(passion) menurut perspektif Alkitab adalah Rasa cinta yang luar biasa kepada Tuhan yang dinyatakan dengan kerelaan untuk menderita dan membayar harga dalam melakukan kehendak-Nya. Inilah yang selayaknya menggerakkan pelayanan kita, Saudara. 


Seperti saat Tuhan bertanya kepada Petrus sebanyak 3x di
Yohanes 21:15-19 TB: 

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: ”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: ”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: ”Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: ”Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.


Jika kita mengasihi Tuhan, kita akan menggembalakan domba-domba-Nya dengan penuh gairah
(passion). Karena pelayanan itu bukan tentang diri kita, tetapi tentang orang lain dan bagaimana kita meneladani Yesus Kristus terhadap mereka, yaitu kepada DATE Members yang Tuhan percayakan untuk kita perhatikan. Kita perlu selalu mengingat bahwa Pusat pemuridan adalah Tuhan.


Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana agar gairah kita dalam memperhatikan dan memuridkan orang lain kembali bangkit atau terus menyala?


Seringkali kita berpikir bahwa “Oh perlu melakukan ini dan itu, apa yang kita sukai, hobi tertentu, supaya bisa kembali bergairah”, atau “Kita
healing ke daerah tertentu supaya kembali disegarkan.” Sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu semua, bagus untuk jiwa kita, namun fokusnya masih kepada diri sendiri. Untuk menjawab pertanyaan tadi, kita perlu kembali ke Alkitab.


Gairah
(passion) itu bukan sesuatu yang kita dapatkan, melainkan sesuatu yang diberikan kepada kita.


Filipi 2:13 (TSI)

Karena Allahlah yang memberikan keinginan bahkan kemampuan kepada kita masing-masing untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan hati-Nya.


Philippians 2:13 (TPT)

God will continually revitalize you, implanting within you the passion to do what pleases him.


Tuhan sendiri yang memberikan gairah
(passion) itu, bahkan Tuhan juga memampukan kita untuk melakukan setiap hal yang menyenangkan hati-Nya. Kalau kita percaya akan firman Tuhan ini, apa lagi yang kita kuatirkan? Penyediaan Tuhan tersedia buat Saudara dan saya dalam memperhatikan dan memuridkan orang lain.


  1. Terus tersambung dengan Tuhan. Karena gairah berasal dari Tuhan dan Tuhan

yang memberikannya kepada kita, kita perlu terus tersambung dengan Sang Sumber gairah (passion) itu sendiri, yaitu Tuhan. Kalau perangkat yang kita gunakan tersambung dengan internet, maka kita dapat menggunakannya dapat optimal. Sama halnya dengan kita, jika kita tersambung dengan Tuhan, hidup kita akan optimal dalam menghidupi rancangan Tuhan, dan kita bisa mengakses hikmat Tuhan yang tidak terbatas. Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan disiplin dalam membaca, mempelajari, merenungkan, dan melakukan Firman Tuhan. Karena Pelayanan kita hanya akan sekuat hubungan kita dengan Tuhan.


2.
Terus fokus kepada tujuan Tuhan. Tujuan pemuridan adalah membawa orang kepada pengenalan yang benar akan Tuhan, yang akan membawa perubahan kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus; inilah ciri keberhasilan DATE yang pertama. Seperti yang kita sudah pelajari, kunci dari fokus adalah eliminasi. Adakah hal-hal yang perlu dihilangkan/dibuang agar Saudara dapat fokus pada tujuan Tuhan?


Filipi 3:13‭-‬14 (PBTB2)

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.


Panggilan Tuhan membuat kita bergairah atau
passionate dalam menjalankan peran dan fungsi kita di DATE (sebagai DL/CT), bukan sekadar menjalankan tugas yang ada di ministry description


3. Terus tersedia untuk dipakai Tuhan.
Fungsi seorang Core Team di DATE tidak berhenti pada membantu DL memperhatikan beberapa DATE Members, karena itu adalah bagian dari proses mempersiapkan Core Team menjadi pemurid berikutnya. Ketika kita memuridkan dengan penuh gairah, kita juga akan melahirkan Pemurid berikutnya yang memuridkan orang lain dengan penuh gairah juga. Pemurid melahirkan Pemurid bukan sekadar anggota, seperti ciri keberhasilan DATE yang kedua. 


Matius 28:18-20 (AMD)
Lalu Yesus datang kepada mereka dan berkata, “Semua
kuasa di surga dan di bumi sudah diberikan kepada-Ku. Jadi, pergilah dan jadikanlah semua bangsa di dunia ini murid-Ku. Baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Dan ajarlah mereka untuk mematuhi semua yang telah Kukatakan kepadamu. Sesungguhnya, Aku akan selalu bersamamu. Aku akan menyertai kamu sampai akhir zaman.

Amanat Agung adalah panggilan bagi setiap pengikut Kristus, yang diawali dengan janji bahwa kuasa Tuhanlah yang memampukan, dan diakhiri dengan janji bahwa Tuhan akan selalu ada untuk menyertai setiap orang yang memuridkan.

Your greatest ability is your availability. -Paul Hattaway   Kemampuan terbesarmu adalah ketersediaanmu, bukan kecakapan atau kesiapanmu. 


Saudara tidak perlu menunggu lama untuk mengambil langkah berikutnya, karena yang diperlukan hanyalah ketersediaan Saudara. Kita hanya perlu mau, maka Tuhan yang memampukan. Saat Saudara (CT) menyediakan diri Saudara untuk memuridkan orang lain di DATE, Saudara tidak akan dibiarkan sendirian. Tuhan memberikan Roh Kudus yang saat ini sudah tinggal di dalam hidup Saudara, untuk menolong Saudara dalam melakukan Amanat Agung-Nya. 


Bayangkan saja, kalau kita sebagai Pemurid (DL/CT) melakukan ketiga hal tadi: terus tersambung dengan Tuhan, terus fokus pada tujuan, dan terus tersedia untuk dipakai oleh Tuhan, maka kita akan memuridkan dengan antusias (en-theos/in God); karena dasar dan pusat pemuridan kita adalah Kristus sendiri.


Saya sungguh berdoa Huddle kali ini bisa memperkuat pemahaman dan keyakinan Saudara sebagai seorang pemurid.


Sampai bertemu lagi, Tuhan Yesus memberkati.


PERTANYAAN DISKUSI

  1. Dalam skala 1-10, berapa skor gairah (passion) Saudara dalam memperhatikan dan memuridkan orang lain? Jelaskan alasan penilaian Saudara tersebut.
  2. Tantangan apa yang membuat Saudara “salah fokus” dalam memperhatikan dan memuridkan orang lain? Ceritakan.
  3. Apa satu langkah konkrit yang akan Saudara lakukan berkaitan dengan peran dan fungsi Saudara di DATE? Buat perencanaan bersama, sehingga ada akuntabilitas.

LET'S SERVE!

Mari bergabung dalam salah satu ministry di bawah ini dan melayani bersama para Volunteers lainnya. Untuk informasi lebih detail dan cara daftar silahkan Saudara melihat di aplikasi MyJPCC di bagian Discover > Let’s Serve atau klik di tombol di bawah ini.

SELENGKAPNYA

MARI SEPAKAT BERDOA UNTUK:

Bulan Maret 2023 kita belajar tentang Bagaimana Membangun Kehidupan Doa, Ada banyak ayat Alkitab yang mengajarkan tentang prinsip dan cara berdoa, salah satunya Matius 6:9-13 TB. Doa Bapa Kami mengajarkan prinsip berdoa yang dapat disingkat dengan akronim "PRAY":

  • P - Praise: awali dengan memuji Tuhan untuk Pribadi dan perbuatan-Nya (ayat 9).
  • R - Repent: disertai dengan pengakuan akan penebusan Kristus; untuk kesalahan atau dosa yang dilakukan dan perintah yang tidak ditaati (ayat 12).
  • A - Ask: terdapat permintaan kepada Tuhan; untuk kebutuhan orang lain dan diri sendiri (ayat 11, 13).
  • Y - Yield: menyerahkan hasil doa sesuai kepada Tuhan; kehendak kita kepada kehendak Tuhan, agenda kita kepada agenda Tuhan bagi kita.


Untuk itu Saudara bisa melatih tentang Kehidupan Doa Saudara dengan mendoakan topik-topik berikut:

  1. Berdoa untuk Huddle masing-masing, agar setiap orang di dalamnya mengalami Tuhan secara pribadi & hidup dipimpin oleh kuasa Roh Kudus, sehingga terjadi perubahan dalam semua aspek kehidupannya.
  2. Berdoa untuk tim penggembalaan JPCC, Pastors, istri dan anak-anak mereka; pemimpin JPCC (DL, DF, HDF & Ministry Leaders).
  3. Berdoa untuk gereja JPCC, agar secara korporat memiliki dampak yang lebih lagi baik secara Lokal (Indonesia) maupun Global (Dunia).
  4. Berdoa untuk kota Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi & seluruh Bangsa Indonesia.
  5. Hal-hal lainnya yang Saudara perlu doakan bersama-sama dengan semua peserta Huddle.
Share by: