DATE MEETING GUIDELINE
DATE adalah komunitas di JPCC yang memuridkan anggotanya (Discipled), menerima apa adanya (Accepted), dipimpin Roh Kudus (Anointed), dilatih tujuan hidupnya (Trained), dan diperlengkapi Firman Tuhan (Equipped). Komunitas DATE yang sehat ditandai dengan perubahan hidup pemimpin dan anggotanya yang semakin menyerupai Kristus serta melahirkan pemurid berikutnya. Dalam pelaksanaannya, DATE menggunakan model Sermon-Based Small Groups, yaitu diskusi kelompok kecil yang berbasis pada khotbah di ibadah Minggu.
PREPARE & PRAY
Sebelum Saudara memulai pertemuan DATE reguler dan memfasilitasi diskusi, persiapkan diri Saudara dengan membaca DATE Meeting Guideline dan Berdoa agar Roh Kudus bekerja untuk mengubahkan setiap orang yang hadir.
"Persiapan adalah ekspresi dari IMAN."
God's Presence Realigns
Melanjutkan pembahasan kita dalam topik Abiding Presence, dalam hidup, misalignment sering terjadi bukan karena seseorang tiba-tiba meninggalkan Tuhan, tetapi karena perlahan Tuhan tidak lagi menjadi pusat hidupnya. Bangsa Israel mengalami hal ini setelah mereka melihat kemuliaan Tuhan di Gunung Sinai. Ketika Musa tidak kunjung turun, mereka mulai gelisah dan meminta dibuatkan allah yang lebih terlihat dan lebih bisa dikontrol. Mereka tetap beribadah dan tetap memberi korban, tetapi pusat penyembahannya sudah bergeser. Dari sini terlihat bahwa misalignment begins when we replace God as the center of our lives. Pergeseran biasanya dimulai secara perlahan, ketika comfort, approval, power, atau control mulai mengambil tempat yang seharusnya dimiliki Tuhan di hati kita. Bahkan hal-hal baik yang Tuhan berikan pun bisa berubah menjadi berhala ketika menjadi lebih penting daripada Tuhan itu sendiri.
Saat Tuhan tidak lagi menjadi pusat, hati manusia mulai kehilangan ketenangan. Misalignment produces inner unrest in our lives. Manusia diciptakan untuk hidup dengan Tuhan sebagai pusatnya, sehingga ketika kita mencoba menjadikan hal lain sebagai sumber rasa aman, identitas, atau kepuasan, hati tetap akan merasa kosong dan gelisah. Seperti perkataan Augustine, “Our hearts are restless until they rest in You.” Karena itu seseorang bisa terus mengejar banyak hal baik dari sisi pekerjaan, relationship, pelayanan, pencapaian tetapi tetap merasa restless, karena tidak ada yang bisa menggantikan posisi Tuhan dalam hidup manusia.
Namun kabar baiknya, Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. God’s Presence realigns us. Musa menyadari bahwa yang paling dibutuhkan Israel bukan strategi baru atau arah baru, melainkan hadirat Tuhan sendiri. Karena itu Musa berkata, “Jika Engkau tidak menyertai kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini,” lalu melanjutkan dengan doa, “Tunjukkanlah kepadaku pancaran kemuliaan-Mu.” Musa tidak hanya mencari tangan Tuhan, tetapi wajah Tuhan. Dan ketika Tuhan menyatakan diri-Nya, yang pertama kali diperlihatkan bukan kuasa-Nya, melainkan karakter-Nya: “TUHAN, Allah yang penyayang dan penuh belas kasihan.” Pemulihan hidup dimulai bukan dari usaha manusia, tetapi dari pengenalan akan siapa Tuhan itu.
Melalui Yesus Kristus, Allah mengambil inisiatif untuk memulihkan hubungan manusia dengan-Nya. Hadirat Tuhan sekarang bukan hanya bersama kita, tetapi tinggal di dalam kita melalui Roh Kudus. Ketika Tuhan kembali menjadi pusat hidup, hati yang gelisah dipulihkan, hidup yang kehilangan arah diselaraskan kembali, dan hidup kita mulai memancarkan kemuliaan Tuhan kepada dunia. Dunia tidak hanya membutuhkan orang percaya yang sibuk secara rohani, tetapi orang percaya yang hidupnya benar-benar selaras dengan hadirat Tuhan.
QUOTES:
“God’s presence brings alignment where life has become fragmented.”
SUPPORTING VERSES:
Matius 6:33 (TSI), Keluaran 24:16-18 (TSI), Keluaran 32:1 (TSI), Keluaran 32:5-6 (TSI), Keluaran 34:5-6 (TSI), Keluaran 34:8-10 (TSI)
PERTANYAAN DISKUSI OIA:
SERMON-BASED SMALL GROUPS
DATE bukan sekadar tempat diskusi, tapi ruang di mana setiap orang mengalami Tuhan, dibentuk oleh firman, dan bertumbuh bersama dalam pengenalan yang benar akan Tuhan. Saudara tidak hanya membahas firman, tapi ditantang untuk mengaplikasikan firman.
Ice Breaker (5 menit)
“Kalau Saudara bisa meminta Tuhan menunjukkan satu hal tentang diri-Nya lebih nyata dalam hidup Saudara, apa yang paling ingin Saudara lihat?”
Baca Ayat Bersama-sama
Keluaran 34:6-12 TB
34:6 Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: "TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya,
34:7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat."
34:8 Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah
34:9 serta berkata: "Jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, ampunilah kesalahan dan dosa kami, ambillah kami menjadi milik-Mu."
34:10 Firman-Nya: "Sungguh, Aku mengadakan suatu perjanjian. Di depan seluruh bangsamu ini akan Kulakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib, seperti yang belum pernah dijadikan di seluruh bumi di antara segala bangsa; dan seluruh bangsa, yang di tengah-tengahnya engkau diam, akan melihat perbuatan TUHAN, sebab sangat dahsyat apa yang akan Kulakukan dengan engkau.
34:11 Tetapi engkau, peganglah yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini. Lihat, Aku akan menghalau dari depanmu orang Amori, orang Kanaan, orang Het, orang Peris, orang Hewi dan orang Yebus.
34:12 Waspadalah, janganlah engkau mengadakan perjanjian dengan penduduk negeri yang kaukatakan itu, supaya mereka jangan menjadi jerat di tengah-tengahmu."
Context Singkat
Bagian ini terjadi setelah bangsa Israel melakukan kesalahan besar kepada Tuhan melalui penyembahan anak lembu emas. Hubungan mereka dengan Tuhan sedang rusak, dan Musa memohon supaya Tuhan tetap berjalan bersama mereka. Menariknya, Tuhan tidak langsung memberi solusi atau arah baru. Tuhan terlebih dahulu menyatakan siapa diri-Nya: Tuhan yang penuh kasih, sabar, setia, tetapi juga kudus dan benar. Di tengah keadaan bangsa Israel yang kacau dan tidak setia, kehadiran Tuhan justru menjadi hal yang memulihkan dan mengarahkan kembali hidup mereka.
O — Observation (Apa yang terjadi dalam teks?)
- Saat membaca ayat 6-7, bagian mana dari cara Tuhan memperkenalkan diri-Nya yang paling menarik perhatian Saudara? Kenapa?
- Kalau membayangkan percakapan Musa dengan Tuhan di bagian ini, apa yang paling terasa dari sikap atau respons Musa?
- Di ayat 10-12, Tuhan memberikan janji sekaligus peringatan kepada bangsa Israel. Saat membaca bagian itu, apa yang terasa penting bagi Tuhan untuk dijaga oleh umat-Nya?
I — Interpretation (Apa arti & maknanya?)
- Menurut Saudara, apa yang bagian ini ajarkan tentang seperti apa karakter Tuhan dan bagaimana hati Tuhan terhadap manusia yang gagal atau hidupnya sedang tidak selaras?
Relevance (Relevansi untuk kehidupan Kristen masa kini)
Sering kali hidup kita terasa sibuk, penuh tekanan, dan mudah terdistraksi. Dari luar terlihat baik-baik saja, tetapi di dalam hati kita bisa merasa lelah atau kehilangan arah. Melalui bagian ini, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak hanya peduli pada keadaan hidup kita, tetapi Tuhan juga ingin berjalan bersama kita. Karena sering kali, yang paling memulihkan hidup kita bukan perubahan situasi, tetapi kesadaran bahwa Tuhan tetap hadir di tengah hidup kita.
A — Application (Bagaimana menerapkannya?)
- Apa satu langkah sederhana yang Saudara mau lakukan minggu ini untuk memberi ruang lebih bagi Tuhan di tengah kesibukan sehari-hari?
Penutup Fasilitator Diskusi
Dari bagian ini, kita belajar bahwa Tuhan tidak menjauh saat hidup kita terasa berantakan atau melelahkan. Justru Tuhan ingin hadir dan berjalan bersama kita. Sering kali yang paling kita butuhkan bukan sekadar jawaban atau perubahan keadaan, tetapi kehadiran Tuhan yang memulihkan dan menenangkan hati kita. Saat Tuhan hadir, hidup kita perlahan diarahkan kembali kepada tujuan-Nya.
“Kebenaran tidak akan mengubahkan sampai kebenaran itu dilakukan.”
“Tujuan akhir dari proses fasilitasi adalah membangun pemahaman dan menciptakan pengertian. Bukan diskusi yang sempurna atau mengubah hidup seseorang.”
Excellent Generosity
Di momen Paskah ini, kita akan melakukan persembahan khusus, yaitu Excellent Generosity, sebagai ucapan syukur atas pengorbanan Yesus yang mulia di kayu salib, yang telah menebus kita. Semua dana yang terkumpul akan dialokasikan hanya untuk kebutuhan fasilitas tempat ibadah di JPCC. Bukan sebuah paksaan maupun kewajiban, tapi kiranya lahir dari hati yang rela memberi dan meneladani Yesus. Bagi Saudara yang tergerak, persembahan dapat diberikan melalui transfer ke: 071-300-9251 (JKI/Jkt Praise Comm Church) s.d. Minggu 10 Mei 2026.
Yakobus 5:16 TB
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
Ajak setiap anggota DATE untuk berbagi pokok doa yang spesifik agar dapat didoakan bersama. Setelah itu, luangkan waktu untuk berdoa bagi kesejahteraan kota Jakarta dan Tangerang, memohon perlindungan dan damai sejahtera bagi masyarakat. Doakan juga bangsa dan negara Indonesia, serta para pemimpin di pemerintahan pusat maupun daerah, agar diberikan hikmat dalam mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan.





