DATE MEETING GUIDELINE

DATE adalah komunitas di JPCC yang memuridkan anggotanya (Discipled), menerima apa adanya (Accepted), dipimpin Roh Kudus (Anointed), dilatih tujuan hidupnya (Trained), dan diperlengkapi Firman Tuhan (Equipped). Komunitas DATE yang sehat ditandai dengan perubahan hidup pemimpin dan anggotanya yang semakin menyerupai Kristus serta melahirkan pemurid berikutnya. Dalam pelaksanaannya, DATE menggunakan model Sermon-Based Small Groups, yaitu diskusi kelompok kecil yang berbasis pada khotbah di ibadah Minggu.

PREPARE & PRAY

Sebelum Saudara memulai pertemuan DATE reguler dan memfasilitasi diskusi, persiapkan diri Saudara dengan membaca DATE Meeting Guideline dan Berdoa agar Roh Kudus bekerja untuk mengubahkan setiap orang yang hadir.

"Persiapan adalah ekspresi dari IMAN."

Harvest of Generosity 

Kita dipanggil untuk menjadi saluran, bukan penampung berkat. Seperti air yang mengalir, orang yang diberkati adalah mereka yang terus mengalirkan. Memberi mencerminkan sifat Allah dan menghasilkan dampak yang kekal. Tuhan menyediakan benih terlebih dahulu agar kita bisa menabur, dan Dia pula yang melipatgandakan hasilnya sesuai dengan tujuan-Nya.


Tuaian yang kita terima boleh dinikmati, tetapi bukan untuk dihabiskan bagi diri sendiri. Tuhan melipatgandakan agar hidup kita semakin berdampak dan menjadi alat bagi lebih banyak orang untuk mengalami-Nya. Tujuan akhirnya adalah agar semakin banyak orang bersyukur dan mengenal Tuhan melalui respons kita terhadap kasih karunia-Nya.


Karena itu, ubahlah pola pikir dari mengumpulkan menjadi menyalurkan. Berilah dengan hati yang rela dan sukacita, bukan terpaksa. Dan yang terpenting, percayalah bahwa Tuhan adalah sumber. Hanya Dia yang menyediakan benih bagi yang mau menabur, dan Dia pula yang akan memperbanyaknya untuk dipakai kembali dalam rencana-Nya.


Kehidupan yang kita terima sangat dipengaruhi oleh apa yang kita tabur: tabur sedikit, tuai sedikit; tabur banyak, tuai banyak. Secara logika manusia, memberi berarti berkurang, dan itu memang fakta. Namun ketakutan muncul ketika kita melihat sumber dari apa yang ada di tangan kita, bukan dari Tuhan sebagai sumber segala sesuatu. Saat kita percaya bahwa Tuhan adalah sumber, kita belajar memberi dengan iman, bukan sekadar perhitungan.


Kemurahan hati sejati berakar pada hati, bukan pada jumlah. Memberi bukan soal kuantitas, tetapi tentang ketulusan, kemurnian, dan motivasi yang benar. Banyak orang memberi dengan motif yang keliru, padahal hidup yang melimpah justru ditemukan bukan saat menerima, melainkan saat memberi. Tuhan tidak menjanjikan kekayaan, tetapi menjamin kecukupan. Kebenarannya adalah apa pun yang Dia berikan, itu cukup.


Memberi bukan kehilangan, melainkan memindahkan apa yang kita punya ke dalam tangan Tuhan, supaya Dia berkarya melaluinya. Ketika kita setia memberi, Tuhan mempercayakan lebih lagi agar kita bisa memberi lebih besar dan berdampak lebih luas. Kehidupan yang benar akan terlihat dari cara seseorang memberi, dengan bijaksana menyalurkan kepada "tanah" yang tepat, yaitu kepada mereka yang membutuhkan dan membawa kehidupan.

QUOTES:

Because in God’s kingdom, we don’t lose what you sow—we multiply it by God’s grace.

SUPPORTING VERSES:

2 Korintus 9:6 -11, Lukas 6:38 TSI, 1 Raja-raja 17:8-16

PERTANYAAN DISKUSI OIA:

SERMON-BASED SMALL GROUPS
DATE bukan sekadar tempat diskusi, tapi ruang di mana setiap orang mengalami Tuhan, dibentuk oleh firman, dan bertumbuh bersama dalam pengenalan yang benar akan Tuhan. Saudara tidak hanya membahas firman, tapi ditantang untuk mengaplikasikan firman.


OPEN YOUR HEART & MIND (CONNECT)

Mulai dengan membangun koneksi dengan setiap DATE Members yang ada dengan menanyakan beberapa pertanyaan pembuka. Pilih 1–2 pertanyaan:

  • Dari khotbah Minggu lalu, apa yang paling “kena” buat Saudara secara pribadi?
  • Kenapa bagian itu terasa relevan dengan hidup Saudara saat ini?
  • Apa yang Tuhan sedang kerjakan dalam hidup Saudara minggu ini?
  • Bila Saudara bisa memberikan judul untuk sermon kemarin, apa judul yang Saudara akan berikan untuk sermon kemarin? 


LEADER NOTES:

  • Ciptakan suasana yang aman dan jujur. Tujuannya bukan jawaban yang “rohani”, tapi setiap orang bisa terbuka dan bercerita.
  • Ajak DATE Members untuk mempelajari (observasi-interpretasi-aplikasi) teks Firman Tuhan, bukan hanya membagikan pengalaman rohani. Alkitab adalah fondasi kehidupan kita.
  • Saudara tidak harus pakai semua pertanyaan, silakan pilih berdasarkan arah/goal dari diskusi yang dilakukan. 


2 Korintus 9:6-12 (BIMK)

6. Ingatlah! Orang yang menabur benih sedikit-sedikit akan memungut hasil yang sedikit juga. Tetapi orang yang menabur benih banyak-banyak akan memungut hasil yang banyak juga. 

7. Setiap orang harus memberi menurut kerelaan hatinya. Janganlah ia memberi dengan segan-segan atau karena terpaksa, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan senang hati. 

8. Allah berkuasa memberi kepada kalian berkat yang melimpah ruah, supaya kalian selalu mempunyai apa yang kalian butuhkan; bahkan kalian akan berkelebihan untuk berbuat baik dan beramal. 

9. Dalam Alkitab tertulis begini tentang Allah, “Ia menghambur-hamburkan kepada orang miskin; kebaikan hati-Nya kekal selama-lamanya.” 

10. Allah yang menyediakan benih untuk si penabur dan makanan untuk kita. Ia juga akan menyediakan dan memperbanyak apa yang kalian tabur, supaya hasil kemurahan hatimu bertambah pula. 

11. Dengan demikian kalian akan serba cukup dalam segala hal sehingga kalian selalu dapat memberi dengan murah hati. Dan pemberian-pemberianmu yang kami bagi-bagikan, menyebabkan banyak orang mengucap terima kasih kepada Allah. 

12. Sebab perbuatan baik yang kalian lakukan ini bukan hanya akan mencukupi kekurangan umat Allah saja, tetapi juga akan menyebabkan banyak orang berterima kasih kepada Allah. 


THE WHAT AND THE WHY OF THIS PASSAGE” (CONTEXT)

Memahami konteks dan latar belakang dari teks bacaan.


Dalam 2 Korintus 9:6–12, Rasul Paulus sedang mendorong jemaat di Korintus untuk mengambil bagian dalam pemberian bagi orang-orang percaya yang membutuhkan. Ia tidak hanya berbicara soal tindakan memberi, tetapi menekankan prinsip rohani di baliknya, yaitu tentang hati, kepercayaan kepada Tuhan sebagai sumber, dan dampak pemberian yang melampaui kebutuhan praktis sampai kepada kemuliaan Tuhan.


WHAT DOES THE WORD SAY?” (OBSERVATION)

Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.


  • Dalam ayat 6, Paulus memakai gambaran “menabur dan menuai.” Kalau kamu bayangkan proses itu, apa yang gambaran ini ungkapkan tentang cara memberi menurut teks ini?
  • Saat membaca ayat 7, bagian mana yang paling “menonjol” atau terasa kuat buat kamu tentang sikap hati dalam memberi? Kenapa bagian itu menarik perhatianmu?
  • Di ayat 8–9, bagaimana cara Paulus menggambarkan karakter Tuhan dalam memenuhi kebutuhan kita? Kesan apa yang kamu tangkap tentang siapa Tuhan dari ayat ini?
  • Perhatikan alur dari ayat 10–11. Bagaimana urutan yang terjadi dari Tuhan memberi → kita memberi → hasil yang muncul? Apa yang kamu lihat dari pola ini?
  • Di ayat 12, ada pergeseran dari “memberi secara praktis” ke sesuatu yang lebih rohani. Apa perubahan fokus yang kamu perhatikan di ayat ini?


WHAT DOES IT MEAN?” (INTERPRETATION)

Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.


  • Dari gambaran “menabur-menuai,” sikap hati dalam memberi, dan cara Tuhan mencukupi (ayat 6–9), menurut kamu apa prinsip utama yang Paulus ingin tanamkan tentang memberi dalam hidup orang percaya?
  • Melihat pola di ayat 10–12 (Tuhan memberi → kita memberi → muncul ucapan syukur kepada Allah), menurut kamu apa tujuan sebenarnya Tuhan memberkati kita?


“WHY DOES IT MATTER?”(RELEVANCE)

Bagaimana hubungan antara teks Firman Tuhan dengan kehidupan kita di masa kini?


Di tengah budaya yang sering mendorong kita untuk menahan, menghitung, dan berfokus pada kekurangan, firman Tuhan ini mengundang kita untuk hidup dengan perspektif yang berbeda, yaitu percaya bahwa Tuhan adalah sumber yang mencukupi, dan bahwa hidup kita dipanggil bukan hanya untuk menerima, tetapi untuk menjadi saluran berkat. Memberi bukan sekadar kewajiban rohani, melainkan respons iman yang menghasilkan sukacita, mencukupi kebutuhan orang lain, dan pada akhirnya memuliakan Tuhan.


WHAT WILL YOU DO?” (APPLICATION)

Menerapkan prinsip dari teks yang dipelajari.


  • Kalau prinsip memberi di bagian ini benar, apa yang perlu berubah dalam cara kamu melihat dan mempraktikkan memberi saat ini?
  • Secara konkret minggu ini, langkah sederhana apa yang bisa kamu ambil untuk mulai hidup sebagai “penabur” yang bukan hanya memberi, tapi juga membawa dampak rohani bagi orang lain?


“Kebenaran tidak akan mengubahkan sampai kebenaran itu dilakukan.”


“Tujuan akhir dari proses fasilitasi adalah membangun pemahaman dan menciptakan pengertian. Bukan diskusi yang sempurna atau mengubah hidup seseorang.”

Excellent Generosity

Di momen Paskah ini, kita akan melakukan persembahan khusus, yaitu Excellent Generosity, sebagai ucapan syukur atas pengorbanan Yesus yang mulia di kayu salib, yang telah menebus kita. Semua dana yang terkumpul akan dialokasikan hanya untuk kebutuhan fasilitas tempat ibadah di JPCC. Bukan sebuah paksaan maupun kewajiban, tapi kiranya lahir dari hati yang rela memberi dan meneladani Yesus. Bagi Saudara yang tergerak, persembahan dapat diberikan melalui transfer ke: 071-300-9251 (JKI/Jkt Praise Comm Church) s.d. Minggu 10 Mei 2026.

Yakobus 5:16 TB 

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”



Ajak setiap anggota DATE untuk berbagi pokok doa yang spesifik agar dapat didoakan bersama. Setelah itu, luangkan waktu untuk berdoa bagi kesejahteraan kota Jakarta dan Tangerang, memohon perlindungan dan damai sejahtera bagi masyarakat. Doakan juga bangsa dan negara Indonesia, serta para pemimpin di pemerintahan pusat maupun daerah, agar diberikan hikmat dalam mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan.