DATE MEETING GUIDELINE

DATE adalah komunitas di JPCC yang memuridkan anggotanya (Discipled), menerima apa adanya (Accepted), dipimpin Roh Kudus (Anointed), dilatih tujuan hidupnya (Trained), dan diperlengkapi Firman Tuhan (Equipped). Komunitas DATE yang sehat ditandai dengan perubahan hidup pemimpin dan anggotanya yang semakin menyerupai Kristus serta melahirkan pemurid berikutnya. Dalam pelaksanaannya, DATE menggunakan model Sermon-Based Small Groups, yaitu diskusi kelompok kecil yang berbasis pada khotbah di ibadah Minggu.

PREPARE & PRAY

Sebelum Saudara memulai pertemuan DATE reguler dan memfasilitasi diskusi, persiapkan diri Saudara dengan membaca DATE Meeting Guideline dan Berdoa agar Roh Kudus bekerja untuk mengubahkan setiap orang yang hadir.

"Persiapan adalah ekspresi dari IMAN."

Tuhan Beserta Kita

(The Kasablanka & Upperroom Campus)

Masuk kedalam tema yang baru di bulan ini "Abiding Presence". Tuhan tidak mencari transaksi dengan manusia, tetapi relasi. Tuhan tidak hanya mengarahkan, tetapi Dia ingin hadir. Sering kali kita kurang mengharfgai kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Melalui kisah Musa dalam Keluaran 33, Musa menunjukan kedewasaannya sebagai pemimpin bahwa tanpa Tuhan yang menyertai mereka, tanah perjanjian tidak ada artinya. Musa memahami bahwa Tuhan sebagai pemberi jauh lebih penting daripada pemberiannya. 


Kehadiran Tuhan memberi kita: 

1. Ketenangan dan rasa aman di tengah situasi yang tidak menentu. 

2. Kekuatan baru sehingga kita tidak mudah putus asa. 

3. Kesadaran yang membuat kita menjauhi dosa. 


Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang dekat. Kehadiran-Nya tidak tergantung pada kondisi kita, tetapi sering kali kita tidak menyadarinya sehingga kita merasa jauh dari Tuhan. Namun, kita sering kali bingung dan bertanya-tanya, bagaimana kita mengetahui bahwa Tuhan beserta kita? 


1. Lewat Firman-Nya. Firman Tuhan merupakan dasar untuk mengenal dan mempercayai apa yang Tuhan katakan. 

2. Iman. Iman merupakan respons aktif terhadap perkataan Tuhan. 


Firman tanpa iman hanya informasi, iman tanpa firman hanya asumsi. 


Dengan kesadaran bahwa Tuhan mau dekat dengan kita, maka hidup kita akan flourishing. Flourishing dimulai saat kita hidup menyadari bahwa Tuhan hadir beserta kita dan Dia yang memampukan kita melakukan segala sesuatu. 

Deciding Without God Costs More Than You Think

(Ps. Peter Paauwe - Sutera Hall)

Pembahasan Minggu ini menekankan bahwa setiap keputusan memiliki harga, dan dampaknya tidak hanya berhenti pada diri sendiri, tetapi juga mempengaruhi keluarga dan generasi berikutnya. Kehidupan seseorang hari ini merupakan hasil dari keputusan-keputusan yang telah diambil sebelumnya.


Kesalahan terbesar dalam pengambilan keputusan bukanlah ketidaktahuan, tetapi tidak meminta petunjuk Tuhan. Dalam Yosua 9, bangsa Israel membuat keputusan berdasarkan bukti yang terlihat benar, namun mereka tidak meminta nasihat Tuhan. Akibatnya, mereka terikat pada sebuah perjanjian yang membawa konsekuensi jangka panjang.


Meminta Tuhan melibatkan beberapa hal: membawa keputusan dalam doa, menunggu, mencari damai sejahtera sebagai tanda, mengujinya dengan Firman Tuhan, dan meminta nasihat dari orang yang jujur, bukan hanya yang menyenangkan untuk didengar. Meminta Tuhan bukan sekadar ritual, tetapi cara untuk menghindari kesalahan. 


Belajar dari kisah Yosua dengan suku Gibeon, menunjukkan bahwa sesuatu yang terlihat benar belum tentu benar di hadapan Tuhan. Dalam kisah Gibeon, bangsa Israel tertipu oleh penampilan luar dan membuat keputusan tanpa bertanya kepada Tuhan. Bahkan tokoh-tokoh seperti Abraham, Musa, dan Yosua pernah mendengar Tuhan tetapi tetap mengambil keputusan sendiri.


Akar dari masalah ini dimulai sejak Adam, yang memilih untuk menentukan sendiri apa yang baik dan benar, meskipun Tuhan telah berfirman. Ini menunjukkan bahwa kedekatan dengan Tuhan tidak menjamin ketaatan, karena seseorang tetap bisa membuat keputusan secara mandiri.


Dampak keputusan juga dapat berlangsung lintas generasi. Dalam kisah ini, lanjut sampai pada pemerintahan Raja Saul dimana keputusan yang dibuat sebelumnya membawa konsekuensi yang harus ditanggung di generasi berikutnya. Namun respons seseorang terhadap situasi tersebut tetap menjadi tanggung jawab pribadi.


Melalui Yesus Kristus, Tuhan menyediakan pemulihan dari konsekuensi dosa. Kristus menggantikan posisi manusia dan membuka jalan bagi kehidupan yang baru, sehingga seseorang tidak lagi terikat pada masa lalu.


Pada akhirnya, setiap orang dihadapkan pada pilihan: menentukan siapa yang akan memimpin hidupnya. Seperti yang dikatakan Yosua, “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah… tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” Keputusan ini menjadi dasar bagi semua keputusan lainnya.

QUOTES:

Firman tanpa iman hanya informasi, iman tanpa firman hanya asumsi.

SUPPORTING VERSES:

Keluaran 32:7-8 (TB), Keluaran 33:12-16 (TB), Exodus 33:14-15 (NKJV), Roma 8:31 (TB), Matius 28:20b (TB2), Matius 1:23 (TB).

PERTANYAAN DISKUSI OIA:

SERMON-BASED SMALL GROUPS
DATE bukan sekadar tempat diskusi, tapi ruang di mana setiap orang mengalami Tuhan, dibentuk oleh firman, dan bertumbuh bersama dalam pengenalan yang benar akan Tuhan. Saudara tidak hanya membahas firman, tapi ditantang untuk mengaplikasikan firman.


OPEN YOUR HEART & MIND (CONNECT)

Mulai dengan membangun koneksi dengan setiap DATE Members yang ada dengan menanyakan beberapa pertanyaan pembuka. Pilih 1–2 pertanyaan:

  • Dari khotbah Minggu lalu, apa yang paling “kena” buat Saudara secara pribadi?
  • Kenapa bagian itu terasa relevan dengan hidup Saudara saat ini?
  • Apa yang Tuhan sedang kerjakan dalam hidup Saudara minggu ini?
  • Bila Saudara bisa memberikan judul untuk sermon kemarin, apa judul yang Saudara akan berikan untuk sermon kemarin? 


LEADER NOTES:

  • Ciptakan suasana yang aman dan jujur. Tujuannya bukan jawaban yang “rohani”, tapi setiap orang bisa terbuka dan bercerita.
  • Ajak DATE Members untuk mempelajari (observasi-interpretasi-aplikasi) teks Firman Tuhan, bukan hanya membagikan pengalaman rohani. Alkitab adalah fondasi kehidupan kita.
  • Saudara tidak harus pakai semua pertanyaan, silakan pilih berdasarkan arah/goal dari diskusi yang dilakukan. 


Keluaran 33:12-16 TB

Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: ”Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu.” Lalu Ia berfirman: ”Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.” Berkatalah Musa kepada-Nya: ”Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?” 


THE WHAT AND THE WHY OF THIS PASSAGE” (CONTEXT)

Memahami konteks dan latar belakang dari teks bacaan.


Keluaran 33 terjadi setelah kegagalan besar Israel saat menyembah anak lembu emas (Kel. 32), yang merusak relasi mereka dengan Tuhan. Meskipun Tuhan tetap berjanji membawa mereka ke Tanah Perjanjian, Dia mengatakan tidak akan menyertai mereka secara langsung, melainkan hanya mengutus malaikat (Kel. 33:3). Secara manusia, ini tetap terlihat seperti rencana yang “berhasil”: tujuan tercapai, janji tetap digenapi. Namun Musa melihat lebih dalam: masalahnya bukan sekadar sampai tujuan, tetapi apakah Tuhan benar-benar hadir di tengah perjalanan mereka. 

WHAT DOES THE WORD SAY?” (OBSERVATION)

Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.


  1. Apa saja yang Musa katakan kepada Tuhan dalam ayat ini? Lihat ayat 12–13. Perhatikan kalimat langsung Musa, apa yang benar-benar dia ucapkan.
  2. Hal apa yang Tuhan sudah janjikan, dan hal apa yang Musa masih pertanyakan? Fokus di ayat 12. Bedakan antara yang “Tuhan sudah katakan” dan yang “belum dijelaskan”.
  3. Kata atau frasa apa yang diulang dalam percakapan ini? Baca ayat 13–15 perlahan. Cari kata/ide yang muncul lebih dari sekali.
  4. Apa yang Musa minta secara spesifik dari Tuhan? Lihat ayat 13 dan 15. Tandai permintaan yang jelas.
  5. Apa yang membuat Israel berbeda dari bangsa lain? Fokus di ayat 16. Cari jawaban langsung dari teks.


WHAT DOES IT MEAN?” (INTERPRETATION)

Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.


  1. Dari semua yang Musa katakan dan minta, apa yang paling dianggap tidak bisa digantikan? Mengapa itu begitu penting baginya? Hubungkan dengan pengulangan kata dan permintaan di ayat 13–15.
  • Jika identitas Israel ditentukan oleh hal itu (ayat 16), apa yang ayat ini ungkapkan tentang arti “hadirat Tuhan”? Tarik benang dari “pembeda” di ayat 16 ke makna yang lebih dalam.


“WHY DOES IT MATTER?”(RELEVANCE)

Bagaimana hubungan antara teks Firman Tuhan dengan kehidupan kita di masa kini?


Situasi ini sangat dekat dengan hidup kita, karena kita pun sering mengejar hal-hal yang baik: tujuan hidup, karier, relasi, bahkan pelayanan dan merasa semuanya “sesuai rencana Tuhan”, tetapi tanpa benar-benar memastikan apakah Tuhan sendiri yang menyertai langkah kita. Melalui Observasi, kita akan melihat bagaimana Musa terus menekankan hadirat Tuhan dalam setiap perkataannya; melalui Interpretasi, kita memahami bahwa bagi Musa, hadirat Tuhan adalah inti yang tidak bisa digantikan oleh apa pun; dan melalui Aplikasi, kita diajak jujur melihat apakah kita sedang berjalan bersama Tuhan, atau hanya mengejar tujuan dengan asumsi Tuhan pasti ikut. 



WHAT WILL YOU DO?” (APPLICATION)

Menerapkan prinsip dari teks yang dipelajari.


  1. Melihat apa yang Musa anggap paling penting, dalam hidupmu saat ini, apa yang sering jadi “lebih utama” daripada hadirat Tuhan? Bandingkan dengan fokus Musa di ayat 14–15.
  2. Adakah situasi di mana kamu perlu memastikan Tuhan benar-benar menyertai sebelum melangkah? Seperti apa bentuk nyatanya? Tarik dari sikap Musa yang berani berkata “jangan suruh kami berangkat”.
  3. Apa satu langkah tindak lanjut agar kamu semakin sadar akan hadirat Tuhan dalam hidupmu?



“Kebenaran tidak akan mengubahkan sampai kebenaran itu dilakukan.”


“Tujuan akhir dari proses fasilitasi adalah membangun pemahaman dan menciptakan pengertian. Bukan diskusi yang sempurna atau mengubah hidup seseorang.”

Excellent Generosity

Di momen Paskah ini, kita akan melakukan persembahan khusus, yaitu Excellent Generosity, sebagai ucapan syukur atas pengorbanan Yesus yang mulia di kayu salib, yang telah menebus kita. Semua dana yang terkumpul akan dialokasikan hanya untuk kebutuhan fasilitas tempat ibadah di JPCC. Bukan sebuah paksaan maupun kewajiban, tapi kiranya lahir dari hati yang rela memberi dan meneladani Yesus. Bagi Saudara yang tergerak, persembahan dapat diberikan melalui transfer ke: 071-300-9251 (JKI/Jkt Praise Comm Church) s.d. Minggu 10 Mei 2026.

Yakobus 5:16 TB 

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”



Ajak setiap anggota DATE untuk berbagi pokok doa yang spesifik agar dapat didoakan bersama. Setelah itu, luangkan waktu untuk berdoa bagi kesejahteraan kota Jakarta dan Tangerang, memohon perlindungan dan damai sejahtera bagi masyarakat. Doakan juga bangsa dan negara Indonesia, serta para pemimpin di pemerintahan pusat maupun daerah, agar diberikan hikmat dalam mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan.