DATE MEETING GUIDELINE

DATE adalah komunitas di JPCC yang memuridkan anggotanya (Discipled), menerima apa adanya (Accepted), dipimpin Roh Kudus (Anointed), dilatih tujuan hidupnya (Trained), dan diperlengkapi Firman Tuhan (Equipped). Komunitas DATE yang sehat ditandai dengan perubahan hidup pemimpin dan anggotanya yang semakin menyerupai Kristus serta melahirkan pemurid berikutnya. Dalam pelaksanaannya, DATE menggunakan model Sermon-Based Small Groups, yaitu diskusi kelompok kecil yang berbasis pada khotbah di ibadah Minggu.

PREPARE & PRAY

Sebelum Saudara memulai pertemuan DATE reguler dan memfasilitasi diskusi, persiapkan diri Saudara dengan membaca DATE Meeting Guideline dan Berdoa agar Roh Kudus bekerja untuk mengubahkan setiap orang yang hadir.

"Persiapan adalah ekspresi dari IMAN."

Life That Overflows

Selamat Paskah untuk kita semua! Di pekan paskah ini kita diajak untuk melihat kembali makna terdalam dari Jumat Agung dan Paskah. Paskah Bukan sekadar perayaan, tetapi tentang sebuah kenyataan yang sangat personal: manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Salib Kristus bukan hadir supaya kita menjadi “sedikit lebih baik”, tetapi karena memang kita tidak mampu keluar dari dosa dengan kekuatan sendiri. Di situlah terjadi apa yang disebut The Great Exchange. Yesus mengambil tempat kita, menanggung apa yang seharusnya kita tanggung, supaya kita bisa menerima apa yang seharusnya kita tidak layak terima. 


Sejak awal, masalah manusia bukan sekadar tidak percaya kepada Tuhan, tetapi keinginan untuk hidup tanpa Tuhan. Manusia ingin untuk menentukan sendiri apa yang benar dan salah, merasa cukup dengan diri sendiri. Dampaknya, hubungan dengan Tuhan rusak, hubungan dengan sesama menjadi penuh luka, dan hidup dipenuhi ketakutan serta rasa bersalah. Pada dasarnya, manusia hidup dalam kondisi “terputus” dari sumber kehidupan. Manusia mengalami kematian, dan bukan hanya dalam arti literal. 


1. Mati Rohani. Kita terpisah dari Tuhan yang sebelumnya manusia memiliki akses secara langsung untuk bertatap muka dengan Tuhan. 

2. Mati Jasmani. Setiap dari kita akan mati karena satu dan lain hal. Ini adalah hal yang mutlak terjadi untuk semua manusia. 

3. Mati Hubungan. Hubungan antara manusia dan dunia menjadi tercemar dimana sering kali kita temukan bahwa hubungan dibangun bukan atas dasar kasih melainkan ketakutan. 


Namun di situlah kabar baiknya. Kebangkitan Yesus menunjukkan bahwa kematian bukan akhir. Tuhan tidak hanya mengampuni, tetapi juga memulihkan. Apa yang rusak dipulihkan kembali. Hubungan dengan Tuhan, harapan akan masa depan, bahkan cara kita menjalani hidup dan berelasi dengan orang lain. Ada kehidupan baru yang ditawarkan, bukan hanya nanti di kekekalan, tetapi mulai sekarang. Kita dibangkitkan Kembali dari kematian yang menunggu kita akibat dosa kita. 


1. Kebangkitan Rohani. Hubungan kita dipulihkan dengan Allah

2. Kebangkitan Jasmani. Tubuh jasmani kita akan dibangkitkan saat Yesus kembali

3. Kebangkitan Hubungan. Cara kita hidup dan berhubungan ditandai oleh kasih dan pengharapan


Dari sini kita melihat bahwa semua ini berakar dari satu hal yaitu Love. Kasih adalah alasan di balik salib. Tuhan tidak terpaksa menyelamatkan manusia, namun Dia memilih untuk mengasihi. Dan kasih itu tidak berhenti di kata-kata, tetapi nyata melalui sacrifice. Pengorbanan Yesus menunjukkan bahwa kasih sejati selalu punya harga. Sacrifice is love made tangible.


Ketika seseorang benar-benar memahami kasih dan pengorbanan ini, hidupnya mulai berubah. Tidak lagi hidup dalam ketakutan atau kekurangan, tetapi mulai hidup dengan hati yang terbuka dan penuh generosity. Kemurahan hati bukan lagi kewajiban, tetapi respons alami dari hati yang sudah menerima begitu banyak dari Tuhan. Orang yang mengalami kasih Tuhan akan mulai mengampuni, melayani, dan memberi bukan karena harus, tetapi karena hatinya sudah dipulihkan.


Pada akhirnya, pembahasan di minggu Paskah bukan hanya tentang memahami apa yang Yesus lakukan, tetapi tentang bagaimana setiap orang meresponsnya. Apa yang Yesus lakukan di salib dan kebangkitan membuka jalan bagi setiap orang untuk dipulihkan dari dosa, dari luka, dari rasa bersalah, bahkan dari arah hidup yang hilang.


Dan mungkin pertanyaannya menjadi sederhana, tapi dalam:

Apakah yang Saudara butuhkan dari Salib untuk dibangkitkan bersama Yesus?


Karena di dalam Kristus, pemulihan itu bukan sekadar kemungkinan, tetapi sebuah undangan yang nyata.

QUOTES:

Sacrifice is love made tangible

SUPPORTING VERSES:

2 Korintus 8:1-5 BIMK. 

PERTANYAAN DISKUSI OIA:

SERMON-BASED SMALL GROUPS
DATE bukan sekadar tempat diskusi, tapi ruang di mana setiap orang mengalami Tuhan, dibentuk oleh firman, dan bertumbuh bersama dalam pengenalan yang benar akan Tuhan. Saudara tidak hanya membahas firman, tapi ditantang untuk mengaplikasikan firman.


OPEN YOUR HEART & MIND (CONNECT)

Mulai dengan membangun koneksi dengan setiap DATE Members yang ada dengan menanyakan beberapa pertanyaan pembuka. Pilih 1–2 pertanyaan:

  • Dari khotbah Minggu lalu, apa yang paling “kena” buat Saudara secara pribadi?
  • Kenapa bagian itu terasa relevan dengan hidup Saudara saat ini?
  • Apa yang Tuhan sedang kerjakan dalam hidup Saudara minggu ini?
  • Bila Saudara bisa memberikan judul untuk sermon kemarin, apa judul yang Saudara akan berikan untuk sermon kemarin? 


LEADER NOTES:

  • Ciptakan suasana yang aman dan jujur. Tujuannya bukan jawaban yang “rohani”, tapi setiap orang bisa terbuka dan bercerita.
  • Ajak DATE Members untuk mempelajari (observasi-interpretasi-aplikasi) teks Firman Tuhan, bukan hanya membagikan pengalaman rohani. Alkitab adalah fondasi kehidupan kita.
  • Saudara tidak harus pakai semua pertanyaan, silakan pilih berdasarkan arah/goal dari diskusi yang dilakukan. 


2 Korintus 8:1–5 (BIMK)

1 Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang telah diberikan Allah kepada jemaat-jemaat di Makedonia.

2 Walaupun mereka sangat menderita dan sangat miskin, namun mereka tetap bersukacita dan dengan murah hati memberi bantuan yang berlimpah-limpah.

3 Aku bersaksi bahwa mereka telah memberi menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.

4 Dengan sangat mendesak mereka memohon kepada kami supaya mereka mendapat kesempatan untuk ikut mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.

5 Mereka melakukan lebih dari yang kami harapkan. Mereka pertama-tama menyerahkan diri mereka kepada Tuhan, kemudian kepada kami oleh kehendak Allah.


THE WHAT AND THE WHY OF THIS PASSAGE” (CONTEXT)

Memahami konteks dan latar belakang dari teks bacaan.


Dalam 2 Korintus 8, Paulus sedang mengajak jemaat di Korintus untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan memberi bagi jemaat di Yerusalem yang sedang mengalami kekurangan. Untuk mendorong mereka, Paulus tidak mulai dengan perintah, tetapi dengan cerita tentang jemaat di Makedonia yang justru dalam kondisi sangat sulit, namun tetap memberi dengan sukacita. 


Di sini Paulus memperkenalkan sebuah prinsip yang terbalik dari logika dunia: memberi bukan lahir dari kelimpahan, tetapi dari hati yang terlebih dahulu menyerahkan diri kepada Tuhan dan mengalami anugerah-Nya. Jemaat Makedonia tidak memberi karena mereka mampu, tetapi karena mereka sudah lebih dulu memberikan diri mereka kepada Tuhan. Inilah pesan utamanya, bahwa tindakan lahiriah (memberi) selalu mengalir dari posisi hati (penyerahan diri).


WHAT DOES THE WORD SAY?” (OBSERVATION)

Mencari dan mengumpulkan informasi dan fakta-fakta dalam teks bacaan.

  • Jika Saudara “masuk” ke situasi jemaat Makedonia, gambaran seperti apa yang Saudara lihat tentang hidup mereka sehari-hari? Apa yang paling kontras dengan tindakan mereka memberi yang dirasa “tidak masuk akal”?
  • Frasa mana yang paling kontras dalam bagian ini (misalnya: “sukacita melimpah” di tengah “penderitaan berat”)? Mengapa kontras itu penting?
  • Apa pola atau urutan yang dilakukan jemaat Makedonia dalam memberi, dan bagian mana yang menurutmu paling menentukan?
  • Apa yang membuat tindakan mereka bukan sekadar “memberi”, tetapi sesuatu yang lebih dalam dan berbeda dari kebiasaan umum?


WHAT DOES IT MEAN?” (INTERPRETATION)

Menarik kesimpulan mengenai apa yang sang penulis teks ingin sampaikan.

  • Dari semua hal yang Saudara amati, menurutmu apa sumber sebenarnya dari sukacita dan kemurahan hati jemaat Makedonia? Apa yang ini ungkapkan tentang hubungan mereka dengan Tuhan?
  • Mengapa “memberikan diri kepada Tuhan terlebih dahulu” menjadi kunci dari seluruh gaya hidup memberi ini? Apa yang terjadi jika prinsip ini tidak ada?


“WHY DOES IT MATTER?”(RELEVANCE)

Bagaimana hubungan antara teks Firman Tuhan dengan kehidupan kita di masa kini? 

Alkitab tidak ditulis secara langsung kepada kita, tetapi prinsipnya berlaku bagi kita.

Dari jemaat Makedonia kita melihat bahwa memberi bukan terutama soal kondisi hidup, tetapi soal kondisi hati yang berakar pada hubungan dengan Tuhan. Mereka tidak menunggu cukup dulu untuk memberi, juga tidak menjadikan penderitaan sebagai alasan untuk menahan. Justru di tengah keterbatasan, mereka mengalami sukacita karena hidup mereka terlebih dahulu diserahkan kepada Tuhan. Ini menantang cara pikir kita hari ini, yang sering mengaitkan memberi dengan kelimpahan atau kenyamanan. Jika akar dari kemurahan hati adalah penyerahan diri kepada Tuhan, maka pertanyaannya bukan lagi “berapa yang saya punya?”, tetapi “seberapa dalam saya mempercayakan hidup saya kepada Tuhan?” dan dari situlah gaya hidup memberi seharusnya mengalir secara alami.


WHAT WILL YOU DO?” (APPLICATION)

Menerapkan prinsip dari teks yang dipelajari.

  • Jika sumber memberi adalah hubungan dengan Tuhan, bagaimana kondisi hubunganmu dengan Tuhan saat ini memengaruhi cara Saudara memberi (waktu, tenaga, atau finansial)?
  • Apa satu langkah konkret minggu ini yang mencerminkan bahwa Saudara sedang belajar “memberikan diri kepada Tuhan terlebih dahulu”, bukan hanya memberi dari apa yang Saudara punya?


“Kebenaran tidak akan mengubahkan sampai kebenaran itu dilakukan.”


“Tujuan akhir dari proses fasilitasi adalah membangun pemahaman dan menciptakan pengertian. Bukan diskusi yang sempurna atau mengubah hidup seseorang.”

Excellent Generosity

Di momen Paskah ini, kita akan melakukan persembahan khusus, yaitu Excellent Generosity, sebagai ucapan syukur atas pengorbanan Yesus yang mulia di kayu salib, yang telah menebus kita. Semua dana yang terkumpul akan dialokasikan hanya untuk kebutuhan fasilitas tempat ibadah di JPCC. Bukan sebuah paksaan maupun kewajiban, tapi kiranya lahir dari hati yang rela memberi dan meneladani Yesus. Bagi Saudara yang tergerak, persembahan dapat diberikan melalui transfer ke: 071-300-9251 (JKI/Jkt Praise Comm Church) s.d. Minggu 10 Mei 2026.

Yakobus 5:16 TB 

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”



Ajak setiap anggota DATE untuk berbagi pokok doa yang spesifik agar dapat didoakan bersama. Setelah itu, luangkan waktu untuk berdoa bagi kesejahteraan kota Jakarta dan Tangerang, memohon perlindungan dan damai sejahtera bagi masyarakat. Doakan juga bangsa dan negara Indonesia, serta para pemimpin di pemerintahan pusat maupun daerah, agar diberikan hikmat dalam mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan.