DATE MEETING GUIDELINE

DATE adalah komunitas di JPCC yang memuridkan anggotanya (Discipled), menerima apa adanya (Accepted), dipimpin Roh Kudus (Anointed), dilatih tujuan hidupnya (Trained), dan diperlengkapi Firman Tuhan (Equipped). Komunitas DATE yang sehat ditandai dengan perubahan hidup pemimpin dan anggotanya yang semakin menyerupai Kristus serta melahirkan pemurid berikutnya. Dalam pelaksanaannya, DATE menggunakan model Sermon-Based Small Groups, yaitu diskusi kelompok kecil yang berbasis pada khotbah di ibadah Minggu.

PREPARE & PRAY

Sebelum Saudara memulai pertemuan DATE reguler dan memfasilitasi diskusi, persiapkan diri Saudara dengan membaca DATE Meeting Guideline dan Berdoa agar Roh Kudus bekerja untuk mengubahkan setiap orang yang hadir.

"Persiapan adalah ekspresi dari IMAN."

This is What Happens When You Surrendered to God's Will

- Ps. Leo Bigger

Melalui kisah Musa, kita belajar bahwa perjalanan iman sering dimulai dari belajar mengenali suara Tuhan. Ketika Tuhan memanggil, respons manusia sering kali adalah merasa tidak siap atau tidak mampu. Musa juga mengalami hal yang sama. Namun Tuhan tidak menunggu manusia siap; Dia sendiri yang mempersiapkan orang yang dipanggil-Nya. Karena itu, kunci awal perjalanan iman adalah ketaatan dan juga keberanian untuk berkata “ya” kepada Tuhan, bahkan ketika waktunya terasa tidak tepat.


Ketaatan tidak membuat perjalanan menjadi mudah. Setelah Musa taat, ia tetap menghadapi pergumulan dan perlawanan. Dalam proses ini, rasa sakit bisa muncul dalam berbagai bentuk: external pain, internal pain, dan growth pain. Pergumulan tersebut menjadi bagian dari pembentukan Tuhan, seperti mutiara yang terbentuk dari pasir di dalam kerang. Proses yang tidak nyaman justru dapat menghasilkan sesuatu yang berharga.


Ada masa ketika iman melemah karena doa terasa tidak terjawab dan mujizat belum terlihat. Kondisi ini digambarkan sebagai lembah kekecewaan, tetapi lembah bukanlah tempat tinggal permanen. Tuhan tetap bekerja, dan pada waktunya kita akan melihat bahwa berkat dan pertolongan Tuhan tidak pernah berhenti.


Padang gurun menjadi gambaran tempat pembelajaran dan pembentukan. Di sana Tuhan membentuk karakter, ketekunan, dan ketergantungan Musa kepada-Nya sebelum ia memimpin umat Israel. Pertumbuhan rohani tidak terjadi secara instan bukan seperti jamur yang tumbuh dalam semalam, tetapi seperti pohon yang bertumbuh perlahan dengan akar yang semakin kuat dan terus berbuah.


Pada akhirnya, kisah Musa mengingatkan bahwa Tuhan setia menyertai setiap musim kehidupan. Dia yang memanggil juga memberikan kekuatan untuk menjalani prosesnya. Karena itu, respons orang percaya adalah terus meminta kekuatan kepada Tuhan dan tetap taat dalam setiap musim, percaya bahwa Tuhan sedang mempersiapkan hidup kita melalui setiap proses yang kita jalani.

SUPPORTING VERSES:

Yeremia 2:13 (TB), Yehezkiel 47:1-12, 1 Raja-raja 18, 1 Raja-raja 19, Yehezkiel 36:26, Pengkhotbah 9:4 (TB), Yehezkiel 47:12, Wahyu 22:2, Yeremia 17:7-8. Yohanes 7:37-38.

That's Why You Have Authority 

- Ps. Susanna Bigger

Allah membuat hal yang mustahil menjadi mungkin melalui kuasa Kerajaan-Nya, dan kuasa itu bekerja melalui hubungan perjanjian (covenant relationship) antara Tuhan dan umat-Nya. Kuasa Tuhan bukan berasal dari kemampuan manusia, tetapi dari identitas kita sebagai umat yang terikat dalam perjanjian dengan-Nya.


Sepanjang Alkitab, Tuhan membangun hubungan perjanjian dengan umat-Nya, dari Abraham yang dibenarkan karena iman, Musa yang memimpin bangsa kudus, hingga Daud yang menerima janji kerajaan kekal. Dalam Perjanjian Baru, kebenaran ini ditegaskan kembali bahwa keselamatan adalah anugerah oleh iman, bukan hasil usaha manusia (Efesus 2:8).



Perjanjian dalam budaya kuno selalu memiliki tanda yang mengingatkan kedua pihak akan komitmen mereka. Dalam Injil, luka Yesus di kayu salib menjadi tanda perjanjian yang kekal, bukti kasih, perlindungan, dan otoritas yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya. Karena itu, orang percaya tidak berjalan sendirian, Tuhan sendiri menjadi pembela dan pelindung dalam setiap pergumulan hidup.


Ketika menghadapi tantangan, respons iman bukanlah berjuang dengan kekuatan sendiri atau menyerah pada keadaan, tetapi bersandar pada Tuhan dan berpartner dengan-Nya. Dari hubungan perjanjian inilah lahir keberanian, identitas, dan keyakinan bahwa kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita.


Pada akhirnya, kehidupan orang percaya berakar pada kebenaran ini: bukan oleh kekuatan atau kemampuan kita, tetapi oleh Tuhan yang setia pada perjanjian-Nya.

SUPPORTING VERSES:

Yeremia 2:13 (TB), Yehezkiel 47:1-12, 1 Raja-raja 18, 1 Raja-raja 19, Yehezkiel 36:26, Pengkhotbah 9:4 (TB), Yehezkiel 47:12, Wahyu 22:2, Yeremia 17:7-8. Yohanes 7:37-38.

Revived, Renewed, Restored 

- Ps. Jose Carol

Melanjutkan tema besar Flourish di tahun 2026, bulan ini kita fokus pada pembahasan mengenai relationship. Kehidupan yang sehat dan bertumbuh selalu lahir dari hubungan yang sehat. Flourishing bukan ditentukan oleh apa yang kita miliki, tetapi oleh kepada siapa kita terhubung.


Alkitab menunjukkan bahwa masalah utama manusia sering kali bukan berhenti percaya kepada Tuhan, tetapi berhenti menjadikan Tuhan sebagai sumber utama kehidupan. Yeremia 2 menggambarkan bagaimana bangsa Israel meninggalkan Tuhan sebagai sumber air hidup dan menggali kolam mereka sendiri yang bocor. Tanpa sadar, manusia bisa tetap religius namun mulai menggantikan Tuhan dengan sumber-sumber lain, karier, keberhasilan, keamanan, atau kebahagiaan versi sendiri.


Firman Tuhan melalui Yehezkiel 47 memberi gambaran tentang air yang mengalir dari Bait Suci, melambangkan living water yang berasal dari hadirat Tuhan. Air itu semakin dalam dan berubah menjadi sungai yang membawa kehidupan ke mana pun ia mengalir. Bahkan Laut Asin, tempat yang identik dimana kehidupan sulit untuk ada karena karena garamnya yang sangat tinggi menjadi hidup ketika dialiri air tersebut. Ini menunjukkan bahwa kehidupan sejati selalu dimulai dari hadirat Tuhan sebagai sumbernya.


Gambaran ini menegaskan bahwa manusia adalah makhluk rohani yang hidup dalam tubuh jasmani. Kesehatan hidup ditentukan oleh manusia batiniah, bukan sekadar kondisi luar. Kedamaian dan kekuatan hidup sering kali bukan karena masalah hilang, tetapi karena roh yang kuat menopang jiwa dan tubuh kita. Mazmur 23 mengingatkan bahwa Tuhan bukan hanya Gembala roh kita, tetapi juga pemulih jiwa kita. Karena itu, kita dipanggil untuk belajar hidup dari roh, bukan dari indera atau perasaan yang mudah berubah.


Kisah Nabi Elia menggambarkan betapa rapuhnya manusia ketika kehilangan koneksi dengan sumber kehidupan. Setelah kemenangan besar melalui berbagai macam mujizat yang dia lakukan, Elia jatuh dalam ketakutan dan keputusasaan akibat diancam oleh Ratu Izebel. Tuhan tidak meninggalkannya, tetapi memulihkannya melalui perjalanan refleksi menuju Horeb. Di sana, Tuhan menolong Elia menyelaraskan kembali hidupnya dengan sumber dan panggilannya. Pemulihan sering kali dimulai dari refleksi dan kembali terhubung dengan Tuhan.


Inilah janji pemulihan yang dinyatakan melalui Yehezkiel: Tuhan memberi hati yang baru dan roh yang baru. Pemulihan bukan sekadar perubahan keadaan, tetapi pembaharuan dari dalam. Harapan tidak lahir dari situasi luar, tetapi dari keputusan hati untuk tetap percaya kepada Tuhan sebagai sumber kehidupan. Yehezkiel 47 menutup dengan gambaran pohon-pohon yang terus berbuah karena dialiri air dari tempat kudus. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat, sebuah gambaran kehidupan yang bukan hanya dipulihkan, tetapi juga menjadi berkat bagi dunia. Tuhan rindu untuk revive, renew, and restore umat-Nya supaya kehidupan mereka membawa kesembuhan bagi orang lain.


Pemulihan hubungan vertikal dengan Tuhan akan mempengaruhi seluruh hubungan horizontal dalam hidup kita. Dari hati yang dipulihkan, akan mengalir air kehidupan seperti yang dijanjikan Yesus dalam Yohanes 7:37–38. Inilah dasar kehidupan yang benar-benar flourish yaitu hidup yang dipulihkan, diperbarui, dan dipakai Tuhan untuk membawa kehidupan bagi dunia.

QUOTES:

Tuhan bisa membangkitkan kembali apa yang mati dalam kehidupan kita. Sumber kekuatan kita sebagai orang benar adalah air kehidupan yang mengalir dari tempat maha tinggi.

SUPPORTING VERSES:

Yeremia 2:13 (TB), Yehezkiel 47:1-12, 1 Raja-raja 18, 1 Raja-raja 19, Yehezkiel 36:26, Pengkhotbah 9:4 (TB), Yehezkiel 47:12, Wahyu 22:2, Yeremia 17:7-8. Yohanes 7:37-38.

PERTANYAAN DISKUSI OIA:

Mari menggali firman Tuhan dan semakin mengenal Dia dengan pertanyaan OIA (Observasi, Interpretasi, Aplikasi). Saudara dapat memilih/menyesuaikan


Pertanyaan Pembuka:

  1. Satu hal apa yang berbicara secara pribadi kepada Saudara dari khotbah minggu lalu?
  2. Mengapa hal tersebut berbicara secara pribadi dalam hidup Saudara?
  3. Bagaimana rencana tindak lanjut Saudara setelah belajar dari khotbah minggu lalu?


Latihan OIA - Yehezkiel 47:1-12 TB


Konteks:

Yehezkiel 47:1–12 adalah bagian dari penglihatan Yehezkiel tentang Bait Allah yang dipulihkan setelah masa kehancuran dan pembuangan. Dalam kondisi bangsa yang kehilangan harapan, Tuhan menunjukkan bahwa dari hadirat-Nya sendiri mengalir air kehidupan yang semakin dalam dan membawa pemulihan ke mana pun air itu mengalir. Pesannya jelas: pemulihan sejati tidak dimulai dari usaha manusia, tetapi dari Allah yang hadir di tengah umat-Nya dan mengalirkan hidup-Nya secara nyata.

Observasi:

  1. Waktu membaca ayat ini, bagian mana yang paling menarik perhatian Saudara? (air, ukuran, pohon, atau sesuatu yang lain?)
  2. Apa yang Saudara perhatikan tentang perjalanan airnya dari ayat 1 sampai 5? (dari mana asalnya, ke mana arahnya, dan apa yang terjadi sepanjang perjalanan)
  3. Menurut Saudara, apa yang berubah ketika air itu makin dalam?
  4. Di ayat 9–12, dampak apa saja yang dihasilkan oleh aliran air itu?


Interpretasi

  1. Menurut Saudara, apa pesan utama Tuhan lewat gambaran air yang mengalir dan semakin dalam dalam Yehezkiel 47:1–12?
  2. Mengapa menurut Saudara Tuhan memilih proses bertahap (mata kaki–lutut–pinggang–tenggelam), bukan langsung air yang dalam?

Relevansi

Firman dan hadirat Tuhan bekerja secara progresif dalam hidup orang percaya, mengajak kita bukan hanya berhenti di tahap “aman dan dangkal,” tetapi berani melangkah lebih dalam. Di tengah kehidupan yang kering, sibuk, dan sering terasa stagnan secara rohani, Tuhan tetap mengundang kita untuk membuka diri pada aliran-Nya, sehingga hidup kita tidak hanya dipulihkan, tetapi juga menjadi saluran kehidupan bagi orang lain. Bagaimana ayat ini relevan ke dalam hidup Saudara?

Aplikasi

  1. Saat ini, di bagian mana Saudara merasa berada dalam perjalanan bersama firman Tuhan dan kenapa?
  2. Satu langkah sederhana apa yang bisa Saudara lakukan minggu ini supaya lebih membuka hidup pada firman Tuhan, bukan hanya membacanya sekilas?

Catatan

Saudara dapat memilih beberapa pertanyaan di atas sesuai kebutuhan pada saat memfasilitasi diskusi di dalam DATE, tidak harus menanyakan semua pertanyaan.

Baptisan: Deklarasi Iman Kita

Sebelum terangkat ke surga, Yesus memberi instruksi bagi murid-murid-Nya, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,” (Matius 28:19 TB). Baptisan adalah bagian dari pemuridan–kita yang mengikuti Yesus, akan menaati perintah-Nya. Dibaptis berarti memberi diri untuk bertobat dan mendeklarasikannya secara nyata–dirayakan oleh orang-orang percaya lainnya. JPCC membuka pendaftaran Kelas Baptisan Air pada bulan Februari. Informasi selengkapnya dan pendaftaran di MyJPCC App - Classes.

Next Gen Calendar 2026

Keluarga–khususnya orang tua, memiliki akses yang begitu dekat dengan anak, dan oleh karena itu, dapat berdampak besar terhadap arah hidup dan pertumbuhan imannya. Di saat yang sama, kehadiran gereja akan melatihnya bertumbuh dalam komunitas sesama orang percaya dan mengenal nilai-nilai Kerajaan Allah. Melalui Next Gen Calendar berikut, Saudara dapat: Melihat rangkaian acara dan kegiatan sepanjang tahun dan merencanakan keikutsertaan sejak jauh hari. Lihat kalender Next Gen 2026 di: jpcc.org/nextgencalendar 

Yakobus 5:16 TB 

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”



Ajak setiap anggota DATE untuk berbagi pokok doa yang spesifik agar dapat didoakan bersama. Setelah itu, luangkan waktu untuk berdoa bagi kesejahteraan kota Jakarta dan Tangerang, memohon perlindungan dan damai sejahtera bagi masyarakat. Doakan juga bangsa dan negara Indonesia, serta para pemimpin di pemerintahan pusat maupun daerah, agar diberikan hikmat dalam mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan.