DATE MEETING GUIDELINE
DATE adalah komunitas di JPCC yang memuridkan anggotanya (Discipled), menerima apa adanya (Accepted), dipimpin Roh Kudus (Anointed), dilatih tujuan hidupnya (Trained), dan diperlengkapi Firman Tuhan (Equipped). Komunitas DATE yang sehat ditandai dengan perubahan hidup pemimpin dan anggotanya yang semakin menyerupai Kristus serta melahirkan pemurid berikutnya. Dalam pelaksanaannya, DATE menggunakan model Sermon-Based Small Groups, yaitu diskusi kelompok kecil yang berbasis pada khotbah di ibadah Minggu.
PREPARE & PRAY
Sebelum Saudara memulai pertemuan DATE reguler dan memfasilitasi diskusi, persiapkan diri Saudara dengan membaca DATE Meeting Guideline dan Berdoa agar Roh Kudus bekerja untuk mengubahkan setiap orang yang hadir.
"Persiapan adalah ekspresi dari IMAN."
Rooted In The Word
Khotbah Rooted in the Word mengingatkan bahwa kehidupan orang percaya tidak bisa bertumbuh dengan kuat jika tidak berakar di dalam Firman Tuhan. Banyak orang percaya kepada Kristus, tetapi tidak semuanya benar-benar membangun hidupnya di atas Firman. Padahal, Yesus sendiri menegaskan bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah. Artinya, Firman Tuhan bukan sekadar pelengkap kehidupan rohani, tetapi sumber utama yang menopang dan memberi arah bagi hidup kita.
Berakar di dalam Firman berarti memiliki hubungan yang konsisten dan mendalam dengan Tuhan melalui pembacaan, perenungan, dan ketaatan terhadap Alkitab. Ini bukan soal ritual atau kewajiban agama, tetapi tentang membiarkan Firman membentuk cara berpikir, cara mengambil keputusan, dan cara merespons setiap musim kehidupan. Tanpa akar yang kuat, iman mudah goyah ketika menghadapi tekanan, kekecewaan, atau tantangan. Namun ketika seseorang hidupnya tertanam dalam kebenaran Tuhan, ia menjadi stabil, tidak mudah terombang-ambing oleh keadaan.
Mazmur 119 menegaskan bahwa orang yang mencintai dan merenungkan hukum Tuhan akan mengalami kehidupan yang diberkati dan terarah. Firman berfungsi sebagai terang yang menuntun langkah, memberi hikmat dalam kebingungan, dan menjaga hati agar tetap selaras dengan kehendak Allah. Semakin seseorang mengenal Firman, semakin ia mengenal Pribadi Tuhan secara intim bukan hanya secara teori, tetapi melalui pengalaman hidup sehari-hari.
Khotbah ini juga menekankan bahwa pertumbuhan rohani tidak terjadi secara instan. Akar yang dalam terbentuk melalui proses melalui disiplin, konsistensi, dan kerinduan untuk terus belajar. Dunia menawarkan banyak sumber “kebenaran” alternatif, tetapi hanya Firman Tuhan yang tetap dan tidak berubah. Ketika hidup kita berakar pada Firman, kita tidak mudah terseret arus opini, budaya, atau tekanan sosial, karena kita memiliki fondasi yang kokoh.
Pada akhirnya, hidup yang berbuah dan berdampak lahir dari kehidupan yang tertanam dalam Firman. Bukan sekadar mengetahui isi Alkitab, tetapi membiarkan Firman itu menghidupi dan mengubahkan kita. Semakin dalam akar kita tertanam, semakin kuat kita berdiri, dan semakin nyata karakter Kristus terlihat melalui hidup kita.
A flourishing life begins when our life is aligned with God’s revealed ways.
QUOTES:
A flourishing life begins when our life is aligned with God’s revealed ways.
SUPPORTING VERSES:
Matius 4:4 (TSI), Mazmur 119:1-3 (BIMK), Mazmur 1:1-3 (BIMK), Mazmur 119:4 (BIMK), Mazmur 119:5-6 (BIMK), Psalms 119:5-6 (NLT), Mazmur 119:7 (BIMK), Mazmur 119:8 (BIMK), Mazmur 119:105 (BIMK).
PERTANYAAN DISKUSI OIA:
Mari menggali firman Tuhan dan semakin mengenal Dia dengan pertanyaan OIA (Observasi, Interpretasi, Aplikasi). Saudara dapat memilih/menyesuaikan
Pertanyaan Pembuka:
- Satu hal apa yang berbicara secara pribadi kepada Saudara dari khotbah minggu lalu?
- Mengapa hal tersebut berbicara secara pribadi dalam hidup Saudara?
- Bagaimana rencana tindak lanjut Saudara setelah belajar dari khotbah minggu lalu?
Latihan OIA - Mazmur 119:1-8 (BIMK)
1. Berbahagialah orang yang hidupnya tidak bercela dan taat kepada hukum-hukum Tuhan .
2. Berbahagialah orang yang mengikuti perintah-Nya, dan dengan segenap hati berusaha mengenal Tuhan .
3. Berbahagialah orang yang hidup menurut kehendak Tuhan , dan tidak melakukan kejahatan.
4. Engkau memberi kami hukum-Mu, ya Tuhan , supaya kami melakukannya dengan setia.
5. Semoga aku dengan hati teguh mengikuti peraturan-peraturan-Mu.
6. Jika aku memperhatikan semua perintah-Mu, maka aku tak akan dipermalukan.
7. Bila aku mempelajari keputusan-Mu yang adil, aku memuji Engkau dengan setulus hati.
8. Aku mau mentaati hukum-Mu, janganlah sekali-kali meninggalkan aku. '
Konteks:
Mazmur 119 adalah mazmur terpanjang dalam Alkitab dan berbentuk puisi akrostik berdasarkan 22 huruf alfabet Ibrani. Ayat 1–8 merupakan bagian pembuka yang mewakili huruf pertama, Alef. Penulisnya tidak disebutkan secara eksplisit, meskipun tradisi sering mengaitkannya dengan Daud. Banyak ahli menilai mazmur ini kemungkinan ditulis pada masa pasca-pembuangan, ketika bangsa Israel sedang membangun kembali identitas rohani mereka setelah kembali dari Babel. Pada masa itu, hukum Tuhan (Taurat) menjadi pusat pembaruan iman dan kehidupan nasional, sebagaimana terlihat dalam Nehemia 8 ketika Taurat dibacakan dan dijelaskan kepada umat. Dalam ayat 1–8, pemazmur menegaskan bahwa kebahagiaan sejati dimiliki oleh orang yang hidup menurut hukum Tuhan, mencari Dia dengan segenap hati, dan berkomitmen untuk menaati perintah-Nya. Bagian ini menjadi fondasi seluruh Mazmur 119: hidup yang diberkati adalah hidup yang selaras dengan kehendak Allah.
Observasi:
- Berdasarkan ayat 1–3, sebutkan tiga ciri orang yang disebut “berbahagia” oleh pemazmur.
- Kata kerja apa saja yang muncul yang menggambarkan respons manusia terhadap hukum Tuhan (misalnya: hidup, mengikuti, melakukan, mencari, mempelajari, berpegang)?
- Dalam ayat 4, apa tujuan Tuhan memberikan perintah-perintah-Nya? Apa arti “harus ditaati dengan sungguh-sungguh”?
- Perhatikan ayat 5–8. Komitmen pribadi apa yang diungkapkan pemazmur kepada Tuhan? Apa yang ini tunjukkan tentang sikap hatinya?
- Apakah ada pengulangan ide atau kata yang menekankan pentingnya hukum Tuhan?
Interpretasi:
- Mengapa pemazmur menyatakan bahwa orang yang hidup menurut hukum Tuhan adalah orang yang “berbahagia”? Apa yang ini ajarkan tentang perbedaan antara kebahagiaan menurut Tuhan dan kebahagiaan menurut standar dunia?
- Dalam ayat 5–8, pemazmur menyatakan komitmen untuk taat sekaligus memohon agar tidak ditinggalkan Tuhan. Apa yang ini ungkapkan tentang hubungan antara ketaatan manusia dan ketergantungan kepada Allah?
Relevansi:
Mazmur 119:1–8 berbicara langsung ke dalam kehidupan modern yang penuh pilihan dan tekanan. Hidup menurut hukum Tuhan terlihat dalam keputusan-keputusan kecil sehari-hari: memilih jujur saat bekerja meskipun ada peluang untuk curang, menjaga kesetiaan dalam relasi, tidak mengikuti arus kompromi moral, serta tetap berpegang pada nilai kebenaran ketika tekanan sosial meningkat. “Mencari Tuhan dengan segenap hati” berarti menyediakan waktu untuk Firman dan doa di tengah kesibukan, serta menyaring apa yang kita konsumsi agar tidak menggeser nilai hidup kita. Seperti pemazmur yang berkomitmen untuk taat sekaligus memohon agar tidak ditinggalkan Tuhan, kita pun menyadari bahwa konsistensi dalam ketaatan bukan hanya soal tekad pribadi, tetapi membutuhkan pertolongan dan anugerah Tuhan setiap hari. Mazmur ini mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati bukan hasil dari kenyamanan atau popularitas, tetapi dari hidup yang konsisten berjalan dalam kehendak Tuhan, sekalipun itu menuntut disiplin dan ketergantungan kepada-Nya.
Aplikasi:
- Langkah konkret apa yang akan Saudara ambil minggu ini agar ketaatan kepada Firman tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi menjadi arah hidup? Apakah Saudara perlu menjadwalkan waktu khusus untuk membaca dan merenungkan Firman dengan lebih fokus?
- Adakah keputusan di tempat kerja, dalam relasi, atau dalam penggunaan waktu yang perlu diselaraskan kembali dengan prinsip Tuhan? Tentukan satu komitmen yang spesifik, terukur, dan realistis (misalnya waktu, tempat, dan bentuk praktiknya), agar keputusan tersebut tidak berhenti sebagai niat, tetapi benar-benar menjadi wujud nyata dari “mencari Tuhan dengan segenap hati.”
Catatan:
Saudara dapat memilih beberapa pertanyaan di atas sesuai kebutuhan pada saat memfasilitasi diskusi di dalam DATE, tidak harus menanyakan semua pertanyaan.
Next Gen Calendar 2026
Keluarga–khususnya orang tua, memiliki akses yang begitu dekat dengan anak, dan oleh karena itu, dapat berdampak besar terhadap arah hidup dan pertumbuhan imannya. Di saat yang sama, kehadiran gereja akan melatihnya bertumbuh dalam komunitas sesama orang percaya dan mengenal nilai-nilai Kerajaan Allah. Melalui Next Gen Calendar berikut, Saudara dapat: Melihat rangkaian acara dan kegiatan sepanjang tahun dan merencanakan keikutsertaan sejak jauh hari. Lihat kalender Next Gen 2026 di: jpcc.org/nextgencalendar
Flourish Together, Lead Together
JPCC mengadakan LEAD TOGETHER, yang dirancang khusus bagi para Leaders sehingga Saudara dapat dikuatkan, melalui arahan Tuhan yang akan disampaikan oleh tim penggembalaan dan juga mendoakan para pemimpin yang akan memulai perjalanan mereka sebagai pemurid. Daftarkan diri Saudara melalui MyJPCC App - Events untuk menghadiri Lead Together hari Sabtu, 7 Maret 2026 di kampus lokal tempat Saudara melayani.
Yakobus 5:16 TB
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
Ajak setiap anggota DATE untuk berbagi pokok doa yang spesifik agar dapat didoakan bersama. Setelah itu, luangkan waktu untuk berdoa bagi kesejahteraan kota Jakarta dan Tangerang, memohon perlindungan dan damai sejahtera bagi masyarakat. Doakan juga bangsa dan negara Indonesia, serta para pemimpin di pemerintahan pusat maupun daerah, agar diberikan hikmat dalam mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan.





