DATE MEETING GUIDELINE
DATE adalah komunitas di JPCC yang memuridkan anggotanya (Discipled), menerima apa adanya (Accepted), dipimpin Roh Kudus (Anointed), dilatih tujuan hidupnya (Trained), dan diperlengkapi Firman Tuhan (Equipped). Komunitas DATE yang sehat ditandai dengan perubahan hidup pemimpin dan anggotanya yang semakin menyerupai Kristus serta melahirkan pemurid berikutnya. Dalam pelaksanaannya, DATE menggunakan model Sermon-Based Small Groups, yaitu diskusi kelompok kecil yang berbasis pada khotbah di ibadah Minggu.
PREPARE & PRAY
Sebelum Saudara memulai pertemuan DATE reguler dan memfasilitasi diskusi, persiapkan diri Saudara dengan membaca DATE Meeting Guideline dan Berdoa agar Roh Kudus bekerja untuk mengubahkan setiap orang yang hadir.
"Persiapan adalah ekspresi dari IMAN."
Ketaatan dalam Penderitaan
Melanjutkan bahasan kita mengenai Rooted in the Word, Flourish atau pertumbuhan dalam hidup bersama Tuhan bukanlah sesuatu yang terjadi hanya di musim tertentu, tetapi dapat berlangsung sepanjang hidup. Firman Tuhan menunjukkan bahwa seseorang bisa tetap “segar dan berbuah” bahkan di masa tua. Ini berarti flourishing bukanlah sesuatu yang conditional atau tergantung pada situasi yang nyaman, tetapi terjadi irrespective of situation. Dalam kondisi apapun terutama saat keadaan tidak mendukung baik tekanan, penderitaan, atau keadaan yang tidak ideal, kita tetap bisa bertumbuh karena kita mengandalkan Tuhan.
Dalam Yeremia, dikatakan bahwa orang yang mengandalkan Tuhan seperti pohon yang ditanam di tepi air dan tidak mengalami panas terik. Ayat ini tidak berarti bahwa kita tidak akan mengalami panas terik atau tekanan hidup, tetapi bahwa kita tidak takut menghadapinya. Ketika kita berakar dalam Firman Tuhan dan hidup dengan lens of the Word, tekanan tetap ada, namun tidak menggoyahkan kita. Hal ini memberikan perspektif baru bahwa tantangan hidup bukan tanda kita tidak diberkati, melainkan kesempatan untuk tetap berakar dan bertumbuh.
Berakar dalam Firman adalah sebuah keputusan. Kita memilih untuk hidup bukan berdasarkan kondisi, tetapi berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Bahkan ketika kita melakukan kesalahan, kita tetap memiliki pengharapan karena kita kembali kepada Firman.
Mazmur 119:65-72 menunjukkan dua kelompok respons terhadap tekanan hidup. Kelompok pertama adalah mereka yang menyimpang, tetapi melalui perjumpaan dengan Tuhan, mereka kembali kepada ketetapan-Nya. Perjumpaan ini membawa mereka mengalami kebaikan Tuhan, belajar percaya pada perintah-Nya, memegang janji-Nya, dan memiliki hati yang mau diajar.
Kelompok kedua adalah mereka yang merasa sudah berakar dan mulai flourish, tetapi saat tekanan datang, mereka mulai meragukan Firman Tuhan. Di sinilah pentingnya memiliki lens of the Word. Melalui lensa ini, kita merespons penderitaan dengan tidak menyimpang dari Firman, tidak melupakan Firman, tetap memikirkan perintah Tuhan, meminta pertolongan hanya kepada Tuhan, dan terus memperhatikan peringatan-Nya. Yang menjadi fokus kita berubah, bukan lagi pada persoalan, tetapi pada Tuhan. Persoalan mungkin membuat kita merasa helpless, tetapi di dalam Tuhan kita tetap hopeful. Rooted in the Word brings Obedience in tough times. Ketika kita berakar dalam Firman, kita dimampukan untuk tetap taat bahkan di musim yang sulit.
Pada akhirnya, Firman Tuhan memiliki nilai yang tidak tergantikan.
The Word we rooted in is worth more than gold & silver in the world we live in, it’s Priceless. Melalui Firman, kita menemukan arah, kekuatan, dan pengharapan untuk terus bertumbuh dalam setiap musim kehidupan.
QUOTES:
The Word we rooted in is worth more than gold & silver in the world we live in, it’s Priceless
SUPPORTING VERSES:
Mazmur 119:71, Lukas 6:44, Kejadian 1:28, Yohanes 15:8, Matius 5:16, Kolose 2:7, Yohanes 1:1, Kolose 2:8, Yeremia 17:7-8, Mazmur 119: 65-72, Yakobus 4:8-10, Yeremia 17:7-8 MKJV.
PERTANYAAN DISKUSI OIA:
Mari menggali firman Tuhan dan semakin mengenal Dia dengan pertanyaan OIA (Observasi, Interpretasi, Aplikasi). Saudara dapat memilih/menyesuaikan
Pertanyaan Pembuka:
- Satu hal apa yang berbicara secara pribadi kepada Saudara dari khotbah minggu lalu?
- Mengapa hal tersebut berbicara secara pribadi dalam hidup Saudara?
- Bagaimana rencana tindak lanjut Saudara setelah belajar dari khotbah minggu lalu?
Latihan OIA - Mazmur 119:65-72 TB
65 Engkau telah berbuat baik kepada hamba-Mu, ya TUHAN, seturut firman-Mu.
66 Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.
67 Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.
68 Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
69 Orang-orang yang kurang ajar telah mengarang dusta terhadap aku, tetapi aku berpegang pada titah-titah-Mu dengan segenap hati.
70 Hati mereka tebal seperti lemak, tetapi aku bergemar dalam Taurat-Mu.
71 Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu.
72 Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.
Konteks:
Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dalam kitab Mazmur yang berfokus pada kecintaan terhadap firman Tuhan. Pemazmur mengekspresikan bagaimana firman Tuhan menjadi dasar hidupnya, bahkan di tengah penderitaan. Dalam bagian ayat 65–72 ini, pemazmur merefleksikan kebaikan Tuhan melalui proses penderitaan yang justru membawanya semakin dekat kepada ketetapan Tuhan.
Observasi:
- Apa yang dikatakan pemazmur tentang dirinya sebelum ia mengalami penderitaan? (ayat 67)
- Apa perubahan yang terjadi setelah ia mengalami penderitaan?
- Bagaimana karakter Tuhan digambarkan dalam ayat 68?
- Apa yang dilakukan orang-orang sombong terhadap pemazmur? (ayat 69–70)
- Apa sikap pemazmur terhadap hukum Tuhan di tengah situasi tersebut?
- Apa nilai firman Tuhan dibandingkan dengan emas dan perak menurut ayat 72?
Interpretasi:
- Mengapa pemazmur bisa mengatakan bahwa penderitaan itu “baik” baginya? (ayat 71)
- Apa yang bacaan ini ajarkan tentang hubungan antara penderitaan dan ketaatan kepada firman Tuhan?
Relevansi:
Di dunia hari ini, kita sering mengaitkan pertumbuhan rohani dengan kondisi yang ideal, waktu lagi tenang, hidup lagi lancar, atau saat semuanya berjalan sesuai rencana. Tapi Mazmur 119:65–72 menunjukkan perspektif yang berbeda: flourish dalam Tuhan tidak bergantung pada situasi, tetapi pada seberapa dalam kita berakar dalam Firman.
Aplikasi:
- Dalam situasi sulit yang sedang atau yang akan kamu hadapi, apa yang bisa kamu lakukan secara konkret untuk mulai melihatnya dengan sudut pandang Firman Tuhan, dan bukan hanya dari sudut pandang masalah?
- Kebenaran Firman apa yang bisa kamu pegang dan lakukan secara nyata minggu ini supaya kamu tetap hopeful, bukan helpless?
Catatan:
Saudara dapat memilih beberapa pertanyaan di atas sesuai kebutuhan pada saat memfasilitasi diskusi di dalam DATE, tidak harus menanyakan semua pertanyaan.
Next Gen Calendar 2026
Keluarga–khususnya orang tua, memiliki akses yang begitu dekat dengan anak, dan oleh karena itu, dapat berdampak besar terhadap arah hidup dan pertumbuhan imannya. Di saat yang sama, kehadiran gereja akan melatihnya bertumbuh dalam komunitas sesama orang percaya dan mengenal nilai-nilai Kerajaan Allah. Melalui Next Gen Calendar berikut, Saudara dapat: Melihat rangkaian acara dan kegiatan sepanjang tahun dan merencanakan keikutsertaan sejak jauh hari. Lihat kalender Next Gen 2026 di: jpcc.org/nextgencalendar
Excellent Generosity
Di momen Paskah ini, kita akan melakukan persembahan khusus, yaitu Excellent Generosity, sebagai ucapan syukur atas pengorbanan Yesus yang mulia di kayu salib, yang telah menebus kita. Semua dana yang terkumpul akan dialokasikan hanya untuk kebutuhan fasilitas tempat ibadah di JPCC. Bukan sebuah paksaan maupun kewajiban, tapi kiranya lahir dari hati yang rela memberi dan meneladani Yesus. Bagi Saudara yang tergerak, persembahan dapat diberikan melalui transfer ke: 071-300-9251 (JKI/Jkt Praise Comm Church) s.d. Minggu 10 Mei 2026.
How to Start Reading the Bible
Melalui firman Tuhan, kita ingin semakin dekat dengan Tuhan–melihat dari sudut pandang-Nya, perbuatan ajaib yang Dia lakukan, dan mengenal hati Tuhan. Dapatkan tools untuk membangun kebiasaan membaca Alkitab, di jpcc.me/biblereading. Ada tips praktis, seperti mengenal versi terjemahan, rekomendasi kitab apa yang bisa mulai Sdr. baca, dan lain sebagainya. Mari sama-sama membaca dan semakin cinta Firman Tuhan, sehingga Firman-Nya membentuk cara kita berpikir, mengambil keputusan, dan meresponi kehidupan.
Yakobus 5:16 TB
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
Ajak setiap anggota DATE untuk berbagi pokok doa yang spesifik agar dapat didoakan bersama. Setelah itu, luangkan waktu untuk berdoa bagi kesejahteraan kota Jakarta dan Tangerang, memohon perlindungan dan damai sejahtera bagi masyarakat. Doakan juga bangsa dan negara Indonesia, serta para pemimpin di pemerintahan pusat maupun daerah, agar diberikan hikmat dalam mengambil keputusan yang selaras dengan kehendak Tuhan.





