Contact us

The Greatest Is Love

Huddle DL-CT Mei 2020
THE WHY
Di awal video ini Saudara tadi menyaksikan bagaimana one-on-one secara pertemuan fisik tidak menjamin proses pemuridan yang sesuai dengan indikator keberhasilan atau wins of DATE yaitu terjadinya perubahan hidup dan lahirnya pemurid baru. Hal ini terjadi ketika sebagai DL kepada CT maupun CT kepada DM, perspektif Saudara menjalankan one on one hanya sebagai bagian dari “tugas” pemuridan. Sehingga atmosfir hubungan yang tercipta sekedar hubungan transaksional, padahal wins of DATE hanya bisa tercapai saat hubungan bersifat relasional.

Ps. Alvi Radjagukguk pernah menyampaikan bahwa:
“Mata uang pemuridan adalah Hubungan”.
 
Dengan kata lain, tanpa implementasi prinsip hubungan yang benar, maka proses pemuridan tidak akan berjalan secara efektif. Lalu, apa prinsip hubungan yang benar dalam pemuridan? Yaitu ketika hubungan relasional di atas hubungan transaksional.
“Relasi mengatasi transaksi”.

Dengan demikian, Saudara perlu mengingat dan meyakini bahwa dalam caring system, tugas utama kita sebagai pemurid bukanlah sekedar menjalankan pemuridan sebagai sebuah “tugas”, melainkan sebagai kehormatan untuk membangun kehidupan orang-orang yang Tuhan percayakan dalam kehidupan kita, melalui implementasi hubungan yang bersifat relasional.

THE WHAT
Nah, jika mata uang pemuridan adalah hubungan yang relasional, maka fondasi dari hubungan yang relasional adalah KASIH.

Sadarkah Saudara bahwa kita bisa membangun hubungan tanpa perlu mengasihi?
Sebagai contoh, jika Saudara bertransaksi dalam bisnis, Saudara memiliki hubungan dengan lawan transaksi Saudara, tetapi apakah hubungan tersebut dibangun atas dasar kasih? Demikian juga bagaimana dengan hubungan Saudara dengan kolega yang berbeda departemen di kantor Saudara?
 
Sebaliknya, yang menarik adalah bahwa kita tidak bisa mengasihi tanpa membangun hubungan. Mari ucapkan bersama-sama dengan saya:
“Kita bisa membangun hubungan tanpa mengasihi, tetapi kita tidak bisa mengasihi tanpa membangun hubungan”.

1 Korintus 13:13 (TB) berkata demikian:
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
 
Di bagian awal dari pasal ini, yaitu di 1 Korintus 13:3 (TB) Paulus berkata demikian:
“Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.”
 
Ini mengingatkan kita bahwa karunia-karunia Roh yang ada pada kita jika diimplementasikan tanpa kasih, semua itu sia-sia. Bahkan sesuatu yang terlihat sebagai sebuah pemberian atau pengorbanan bagi DATE Members kita, jika dilakukan tanpa alasan kasih adalah pengorbanan yang semu, bisa jadi karena terpaksa, karena akan ditanyakan oleh pemimpin kita, atau bahkan demi pencitraan.
 
Hal ini selaras dengan apa yang tertulis dalam Matius 6:1&3 (TB):
“Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu di sorga”.
“Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.”
 
Dengan demikian tentu akan sangat sulit menjalankan Caring System dalam pemuridan tanpa membangun hubungan, dan mustahil membangun hubungan yang Relasional tanpa Kasih. 

THE HOW
Lalu bagaimana caranya kita membangun hubungan yang relasional ini melalui pertemuan virtual dalam one on one sebagai bagian implementasi Caring System?

Dalam pertemuan virtual melalui video call, by the way tidak disarankan melalui audio call saja, karena Saudara perlu melihat dan memperhatikan raut wajah maupun bahasa tubuh dari DATE Members Saudara, sebagai pengingat Saudara tetap bisa menggunakan Kerangka 3P, yaitu Personal - Progress/Process - Prayer.

Personal
Bahaslah dengan DATE Member Saudara tentang hubungan pribadi dengan Tuhan dan hal-hal yang sedang terjadi dalam kehidupan pribadi masing-masing. 
Contoh pertanyaan yang bisa Saudara sampaikan: 
Di beberapa waktu terakhir ini Tuhan sepertinya bicara apa sama kamu?
Ayat apa dalam firman Tuhan yang berbicara secara spesifik atau  
Mengingatkan kamu terkait kehidupan pribadimu?
Tindakan atau sikap apa yang sepertinya Tuhan ingin kamu perbaiki?

Ingatlah bahwa keterbukaan akan memicu keterbukaan, itu sebabnya ada baiknya jika kita dulu yang menceritakan tentang diri kita. 

Progress atau Process
Progress: Apa kemajuan, keberhasilan, atau doa yang Tuhan jawab?
Process: Isu atau tantangan apa yang sedang kamu hadapi saat ini?

Prayer
Apa yang bisa saya doakan terkait aspek personal ataupun proses yang sedang kamu jalani?

Jika Saudara merasa bahwa ini sesuatu yang Saudara sudah tahu bahkan sudah Saudara lakukan secara konsisten, tidak ada salahnya Saudara cek ulang kepada diri Saudara sendiri, apakah selama ini Saudara melakukannya atas dasar kasih? Kerangka bisa sama, tetapi saat melakukannya dengan kasih maka Saudara akan memiliki gairah yang berbeda dan bisa melihat perbedaan besar dalam hasilnya, yaitu progress perubahan hidup DATE Members Saudara.
 
PERTANYAAN DISKUSI:
Untuk menindaklanjuti materi yang disampaikan tadi, berikut beberapa pertanyaan untuk Saudara diskusikan dengan Core Team lain dan DL Saudara:
1. Dalam skala 0 sampai 10, berapa level kasih Saudara terhadap DATE Members Saudara? Berikan penjelasan atau fakta-faktanya.
2. Diskusikan sikap atau tindakan apa yang perlu Saudara tingkatkan untuk membangun hubungan secara lebih Relasional dengan DATE Members.
3. Tuliskan rencana tindak lanjut Saudara selama 3 bulan ke depan setelah mempelajari materi ini. Ceritakan kepada Core Team dan DL Saudara.

Selamat berdiskusi. Stay safe, stay healthy semuanya, Tuhan Yesus memberkati!
Huddle Meeting Guideline
Share by: