Contact us

My Health, My Responsibility

Huddle DF-DL Oktober 2019
INTRODUCTION
Hi everyone,
Berikut ini adalah video ketiga di tahun 2019 untuk digunakan di Huddle DF-DL, khususnya di bagian COACH dari 5C. 
A very warm welcome to all the new DATE Leaders!
Judul video kali ini adalah MY HEALTH, MY RESPONSIBILITY.
Pada bulan Juli-Agustus lalu, JPCC Small Groups Ministry menggulirkan Personal Health Check-up (PHCU). Penilaian ini bertujuan untuk mengidentifikasi area-area mana saja yang setiap kita perlu cermati, perbaiki atau benahi, dan pertahankan.
Mengapa perlu kita cermati? Karena Kesehatan kita adalah tanggung jawab diri sendiri, bukan orang lain. Selain itu, sulit u/kita menjalankan fungsi kepemimpinan kita dgn optimal bila salah satu area kehidupan kita tidak sehat.  

TENSION
Berbicara tentang perbaikan, kita tidak bisa memperbaiki apa yang tidak kita ukur. Dengan mengetahui kebenaran dari kondisi kesehatan kita, baik itu di area Spiritual, Hubungan, Keuangan, Mental/Emosional, maupun Fisik. Tapi mengetahui kebenaran tentang kondisi kita saja tidak cukup apabila tidak ditindaklanjuti dengan langkah yang kongkrit. Seperti yang cukup sering kita dengar bahwa: 
“Kebenaran tidak mengubahkan kehidupan, tetapi kebenaran yang dilakukanlah yang mengubahkan kehidupan” -Edmund Chan

TRUTH
Oleh krn itu, berikut adl bbrp contoh praktis yg mudah-mudahan dpt membantu stp kita dlm menjaga kesehatan di area Spiritual, Hubungan, Keuangan, Mental/Emosional, dan Fisik.
SPIRITUAL
  • Kurangi waktu terutama di pagi hari atau bahkan puasa dari media sosial, matikan semua notifikasi.. sehingga bisa fokus saat membaca dan merenungkan Firman Tuhan. 
  • Temukan waktu, tempat, & gaya berkomunikasi dengan Tuhan yang paling sesuai bagi saudara. Kuncinya ada pada konsistensi.. Artinya lakukanlah sesering mungkin.
  • Bersama-sama dengan satu DATE berkomitmen dalam membaca seri renungan melalui aplikasi YouVersion. Selain seri renungan dr JPCC, kita juga dapat mencari seri renungan lain sesuai dengan musim kehidupan/tantangan yang sedang dihadapi. Contoh: pernikahan, menjadi orangtua, singleness, menghadapi ketakutan/kekecewaan, dll.
  • Mulai ambil waktu untuk terlibat dalam salah satu pelayanan di JPCC, atau sebaliknya beranikan diri untuk mengeliminasi keterlibatan di salah satu pelayanan krn sudah tidak lagi melayani keluar dari kelimpahan (atau mulai burnout).
HUBUNGAN
  • Miliki spiritual conversation dengan orang lain mengenai Tuhan, mis: apa yg Tuhan sedang ajarkan kpd kita di bbrp waktu terakhir, pengertian baru apa yg Tuhan singkapkan melalui perenungan Firman Tuhan, bagaimana Tuhan mengasihi dan memimpin hidup kita.  
  • Menjaga hati yaitu dgn mengatur ekspektasi kita, ketika Tuhan sedang memakai orang lain di DATE/Huddle/Ministry untuk memberi masukan, nasihat, atau bahkan teguran kpd kita.
  • Jadwalkan waktu secara berkala u/diluangkan bersama dgn org2 terdekat spt istri/suami/anak2/orang tua, org yg kita pimpin/bimbing/mentor. Hubungan memerlukan investasi waktu u/dpt merawatnya dgn baik.  
  • Pikirkan ulang pergaulan yang selama ini tidak menjadikan kita makin serupa seperti Kristus. Kelilingi diri dgn orang-orang yang bisa menolong kita u/mengembangkan potensi dan berbicara secara jujur kepada kita.

KEUANGAN
  • Berkata "tidak" untuk hidup di luar kemampuan. Memaksakan u/bepergian & mempunyai gaya hidup di luar kemampuan akan membuat kita terjurumus dlm hutang yang akan menyulitkan masa depan kita sendiri. Biasakan u/berkata “Maaf saya gak bisa ikut makan2/jalan2 kali ini” dan katakan dgn jujur bahwa krn keterbatasan keuangan. 
  • Selalu bayar lunas (full payment) semua pemakaian kartu kredit. Kartu kredit bukanlah sarana untuk ‘gali lubang tutup lubang’. Tutup kartu kredit saudara bila perlu. 
  • Mengetahui rincian pengeluaran. Catat semua nominal pengeluaran harian (uang transpor, makan siang, ngopi), bulanan (persepuluhan, tabungan, bensin, groceries), dan tahunan (STNK, pajak, THR pegawai, uang liburan). Rincikan stp pengeluaran DAN kapan itu dibutuhkan. Tidak merinci pengeluaran akan membuat kita merasa 'selalu kehabisan uang' atau 'ada saja yang harus dibayar'. 
  • Temukan kepuasan hidup dlm Tuhan. Kesenangan yg kita dapatkan dr hobi, berbelanja, dan bepergian tidak dapat menggantikan kepuasan sejati dlm Tuhan. Kepenuhan dan keutuhan dlm Tuhan akan membuat kita jauh lebih berbahagia & membutuhkan lbh sedikit.
MENTAL/EMOSIONAL
  • Menerima diri apa adanya, dan berhenti membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Pembandingan hanya akan membuat kita selalu merasa “kurang”. Identitas diri kita hanya ditentukan dari apa kata Tuhan ttg diri kita.
  • Belajar u/mjd rentan dan terbuka dlm mengakui kesalahan & kelemahan kita, baik kpd Tuhan & orang yg tepat. Keterbukaan adalah awal dari pemulihan dan perubahan hidup. Kerentanan adl ciri org yg kuat, bukan org yg lemah.
  • Luangkan waktu u/menyimak cerita kehidupan org lain tanpa interupsi, shg kita mengetahui apa saja yg mrk pernah alami dlm hidupnya. Ini akan membantu kita memahami perasaan dan perspektif orang lain, serta memiliki perspektif yg sehat ttg hidup kita sendiri. 
  • Ambil keputusan u/mengampuni org yg pernah bersalah kpd kita, meski masih ingat kejadiannya. Di dlm doa kpd Tuhan, sebut namanya dan katakan bahwa aku melepaskan pengampunan dan berkat kepadanya. Izinkan Tuhan mengutuhkan hati kita & membantu kita melupakan rasa sakitnya. 
  • Bila dirasakan perlu, pertimbangkan untuk mendapatkan pertolongan secara profesional dari konselor, psikolog, atau psikiater.

FISIK
  • Perhatikan apa yang kita makan. Belajar u/tidak hanya makan sst yang kita inginkan, tapi apa yang badan kita perlukan. Belajar juga u/menahan rasa lapar dgn melakukan intermittent fasting, paling tidak selama 16 jam. 
  • Lakukan aktifitas fisik paling tidak selama 30 menit, 2-3 kali seminggu. Tidak harus ke gym, tapi bisa melakukan kegiatan fisik yang paling mudah, jalan kaki misalnya.
  • Istirahat yang cukup, dgn tidur 6-8 jam sehari. Kelelahan karena kurang istirahat akan mempengaruhi kesehatan tubuh, roh, dan mental kita.
  • Lakukan medical check up 1X setahun, yang bertujuan u/mengetahui kondisi kesehatan, sekaligus mendeteksi suatu penyakit sejak dini. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

PERTANYAAN DISKUSI:
Tanyakan kepada diri sendiri, dan ceritakan jawabannya di pertemuan Huddle DF-DL ini. Ingat.. kerentanan adl ciri org yg kuat, bukan org yg lemah.
  1. Mana saja area-area yang perlu saya perbaiki berdasarkan hasil PHCU tahun ini? 
  2. Mengapa area-area tersebut mendapat nilai yang kurang baik? Ceritakan fakta-faktanya.
  3. Sebutkan 2-3 hal (baik dari tips yg sudah diberikan atau hal lainnya) yang perlu segera saya lakukan sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini. Karena di saat kita mulai melakukannyalah, hidup kita mulai berubah. 

Have an honest, impactful conversation. Tuhan Yesus memberkati saudara semua!
Share by: